Beranda HL Bupati OKI: Semua DAK Bersifat Non Fisik Dapat Ditangguhkan

Bupati OKI: Semua DAK Bersifat Non Fisik Dapat Ditangguhkan

494
0
BERBAGI

Kayuagung, Beritakajang.com – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Iskandar SE saat melakukan konferensi pers di ruang lobi kantor pemkab, menyampaikan bahwa semua dana alokasi khusus (DAK) yang bersifat non fisik dapat ditangguhkan.

Hal ini berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan RI.

Menurutnya, dengan melakukan penangguhan terhadap anggaran tersebut, Pemkab OKI dapat melakukan saving anggaran hingga mencapai Rp50 miliar lebih.

“Kecuali untuk anggaran Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan tidak kita tangguhkan,” ujarnya saat memberikan keterangan di lobi kantor Pemkab OKI, Senin (30/3/2020).

Iskandar mengatakan dengan adanya anggaran tersebut Pemerintah Kabupaten OKI melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 yang telah terbentuk dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan peralatan terkait pencegahan dan penanganan penyebaran virus Covid-19.

Disinggung soal kesiapan pihak pemerintah untuk ODP Center, Iskandar menjelaskan, saat ini pihaknya telah menunjuk Rumah Sakit Pratama (RSP) Lempuing sebagai ODP Center. Ia mengaku persiapan pembentukan ODP Center sebelumnya sudah dibicarakan dalam rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

“Kita disain ini mampu menampung 10 ODP. Kalau nantinya ada penambahan kita bisa kembangkan lagi menjadi 5 ODP Center. Kalaupun terjadi keadaan darurat kita bisa tambah menjadi 25 ODP Center untuk total keseluruhan,” kata Iskandar.

Selain ODP Center, Pemkab OKI juga telah mempersiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung sebagai tempat perawatan khusus bagi pasien kategori PDP.

Iskandar mengungkapkan, bahwa RSUD Kayuagung secara resmi ditunjuk untuk menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien yang terpapar virus covid-19.

“Saat ini RSUD Kayuagung hanya memiliki daya tampung untuk 5 orang, yang ditempatkan di ruangan ICU. Dan untuk ruangan isolasi kapasitasnya hanya untuk 3 orang,” ungkapnya.

Iskandar kembali menegaskan bahwa RSUD Kayuagung hanya diperuntukkan bagi orang yang sudah masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

Terkait kelengkapan alat pelindung diri (APD), Iskandar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 mengaku sudah memiliki stok hingga akhir bulan April 2020 mendatang.

“Tinggal nanti kita pikirkan setelah bulan April. Mudah-mudahan ini tidak berkelanjutan. Tapi APD ini seperti baju cover all dan kacamata proteksi, sementara ini kita baru ada 133 pcs. Secara bertahap nanti ini akan datang, karena permintaan kebutuhan ini seluruh Indonesia maka secara bertahap. Sementara untuk pendanaan kita sudah siap,” akunya.

Selain APD, Iskandar mengklaim saat ini pihaknya mempunyai stok cairan disinfektan sampai akhir April.

“Sekarang ini ada dana tapi barangnya tidak tersedia. Kita juga dapat bantuan dari Provinsi Sumsel 4 box rapid tes. Masing-masing box ada 20 unit. Jadi total 80 unit rapid tes. Ini kita perioritaskan untuk ODP,” ungkapnya.

Di akhir sesi, Iskandar juga meminta semua pihak untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa pemerintah optimistis dalam menghadapi situasi yang terjadi saat ini.

“Kita tidak parnok, tapi kita berikhtiar untuk terhindar. Kita tidak tahu yang ada diantara kita saat ini ada yang terpapar (carrier) virus ini. Ketika kita berdekatan dengan orang yang imunnya lemah bisa ikut terpapar. Jauhi kerumunan, hindari undangan yang sifatnya memicu perpindahan virus ini,” pungkasnya. (Ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here