Beranda Asahan Bupati Surya Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD 2023

Bupati Surya Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD 2023

113
0
BERBAGI
(Sumber Foto Beritakajang.com/Raja)

Asahan, Beritakajang.com – Bupati Asahan Surya mengatakan, pendapatan daerah dalam rencana perubahan APBD tahun anggaran 2023 diproyeksikan meningkat sebesar 4,20% atau senilai Rp 71.496.397.210,00 sehingga menjadi Rp 1.773.091.609.298,00.

Hal itu disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD Asahan yang mengagendakan penyampaian nota keuangan dan rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan APBD Kabupaten Asahan tahun anggaran 2023, bertempat di Aula Rambate Rata Raya Gedung DPRD Asahan.

“Belanja daerah sebagai implikasi terhadap perubahan alokasi pendapatan daerah, maka alokasi belanja daerah pada perubahan APBD tahun 2023 juga mengalami perubahan proyeksi,” kata Surya, Senin (18/9/2023).

Belanja daerah, imbuhnya, diproyeksikan meningkat sebesar Rp 129.892.490.914,00 menjadi Rp 1.828.987.703.002,00. Belanja tersebut dialokasikan untuk belanja operasi diproyeksikan meningkat sebesar Rp 101.701.287.934,00 menjadi Rp 1.241.789.703.663,00, belanja modal diproyeksikan meningkat sebesar Rp 29.788.933.958,00, belanja tidak terduga diproyeksikan menurun sebesar Rp 1.597.730.978,00 menjadi Rp 402.269.022,00, belanja transfer diproyeksikan tetap sebesar Rp 293.381.772.892,00.

Pembiayaan daerah, jelasnya, merupakan transaksi keuangan atas semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

Pembiayaan daerah digunakan untuk menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus anggaran dalam APBD, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya yang merupakan sisa penghematan belanja atau akibat lainnya pada tahun 2022 yang dicatatkan pada penerimaan pembiayaan perubahan APBD tahun 2023 yaitu sebesar yaitu sebesar Rp 55 896.093.705.

“Penerimaan pembiayaan ini diharapkan dapat menutup defisit APBD sebagai akibat lebih besarnya rencana belanja daerah dibandingkan dengan target pendapatan daerah,” pungkasnya. (Raja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here