Pangkalan Balai, Beritakajang.com – Bupati Banyuasin H. Askolani memeriksa rice miling plaint (RMP) pabrik pengolahan beras Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjung Lago.
Hal itu dilakukan bertujuan untuk memeriksa kondisi pabrik sebelum nanti operasional dan pengelolahan distribusinya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Banyuasin.
Selain untuk memaksimalkan nilai penjualan hasil padi milik masyarakat Banyuasin, sekaligus pada tahun 2022 ini Banyuasin akan menjual beras untuk masyarakat umum, dengan lebih meningkatkan kualitas pertanian Banyuasin yang sekarang sudah baik.
“Kita mempersiapkan Banyuasin bisa menjual padi untuk masyarakat umum di tahun 2022,” kata Bupati, Senin [18/1].
Pabrik pengelolahan beras ini sekarang masih dijalankan operasionalnya oleh koperasi, namun nantinya pihak Banyuasin akan menyerahkan kepada BUMD, untuk mengambil, mendistribusi, dan sekaligus bekerja sama dengan distributor juga pabrik lainnya, untuk produksi hasil beras masyarakat di daerah Tanjung Lago.
Bupati Banyuasin juga mengatakan, jika wilayah desa di Kecamatan Tanjung Lago banyak penghasil gabah, namun masih digunakan untuk konsumsi masyarakat sendiri, belum dijual secara umum. Hal ini dilakukan nantinya, selain meningkatkan kualitas produksi beras, juga dapat menstabilkan harga beras dan gabah di wilayah Banyuasin.
“Dengan melakukan program ini nanti, kita bisa mengontrol sekaligus menstabilkan harga beras,” katanya.
”Di RMP Mulia Sari ini, gudang penampungan berkapasitas 300 ton, sedangkan produksinya mampu 20 ton perhari,” tambahnya.
Oleh karena itu, pihak BUMD nanti akan melihat apa saja yang akan diperbaiki, dan apa saja yang harus ditambah untuk memulai produksi di pabrik ini. Sehingga program beras dijual umum untuk masyarakat Banyuasin akan segera terealisasi tahun ini. (Ida)