
Kayuagung, Beritakajang.com – Gelombang protes penolakan perhitungan suara ulang kembali terjadi. Setidaknya ratusan warga Karang Agung Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI bergerak menuju kediaman salah satu calon kepala desa Muslina.
Aksi warga ini sendiri, mendesak Bupati OKI Iskandar segera melantik calon kepala desa nomor urut 1, sebagai Kepala Desa Karang Agung masa bakti 2021-2027.
Aksi penolakan tersebut disampaikan warga yang kebetulan didominasi kaum emak-emak ini sendiri, melalui petisi yang dilengkapi tanda tangan warga sebagai bentuk penolakan perhitungan suara sekaligus dukungan moril kepada Mislina untuk tetap tegar berjuang menjaga amanah pilihan warga, terbebas dari campur tangan kekuasaan yang cenderung bersikap otoriter.
Salah seorang warga Hendi, mewakili ratusan warga lainnya mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, perintah perhitungan suara ulang sebagai awal keresahan yang terjadi di tengah warga. Terlebih ,menurut Hadi, saat mengetahui calon kepala desa suara terbanyak pilihan mereka dituduh melakukan kecurangan,
“Padahal, usai perhitungan suara berlangsung, sama sekali tidak ada sanggahan dari pihak manapun, termasuk dari sejumlah saksi, maupun unsur terlibat lainnya terhadap ketetapan panitia pilkades, yaitu kandidat nomor urut 1, Muslina, sebagai calon kades suara terbanyak,” terangnya di Karang Agung, Jumat (3/12).
Bukan hanya Hadi, kekecewaan juga turut dirasakan warga lainnya. Betapa kekecewaan begitu memuncak, disaat hati nurani warga saat menentukan pilihan pemimpin desa, yang dinilai mampu menjalankan amanah, namun secara tiba-tiba harus terjegal oleh kepentingan tertentu. Ia menyebutkan, penghitungan suara ulang bukanlah bentuk aspirasi warga kami sesungguhnya,
“Penghitungan suara ulang tidak menjamin hak suara kami tetap terjaga seperti sebelumnya. Dibandingkan orang kota lainnya, sebagai warga desa pribumi, kami lebih paham untuk siapa suara diberikan. Penjegalan macam ini sama saja mengkhianati aspirasi warga,” ungkapnya.
Aksi penolakan warga, diakui Muslina, sebagai penyejuk baginya dalam menghadapi upaya penjegalan dirinya menjalankan roda pemerintahan Desa Karang Agung kali ketiga.
Dihadapan ratusan warga, ia berupaya terlihat tegar. Bahkan, dalam menanggapi keinginan warga untuk melakukan unjuk rasa di kantor Bupati dan DPRD OKI, dengan sabar, sembari meredam kekesalan massa ia mengaku percaya masih ada keadilan dalam penyelesaian sengketa pilkades yang terjadi.
“Saya masih optimis. Kemenangan saya merupakan pilihan mayoritas warga sekalian. Upaya hukum berupa sanggahan ke bupati juga telah kita lakukan. Petisi penolakan suara ulang yang diberikan ini, menandakan dukungan penuh, bahkan disaat seperti sekarang ini pun warga masih setia bersama saya,” tandasnya. [Ron]