Beranda Musi Banyuasin Bupati Toha Tohet Pimpin Apel Siaga Karhutbunlah 2026, Targetkan Muba Bebas Asap

Bupati Toha Tohet Pimpin Apel Siaga Karhutbunlah 2026, Targetkan Muba Bebas Asap

29
0
BERBAGI

Muba, Beritakajang.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 melalui apel siaga kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunlah) yang dipimpin langsung Bupati Muba HM Toha Tohet SH di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (18/6/2026).

Apel siaga tersebut diikuti berbagai unsur yang terlibat dalam pengendalian karhutla, mulai dari TNI, Polri, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Basarnas, Manggala Agni Daops Muba, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia usaha, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan.

Dalam amanatnya, Bupati Toha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berperan aktif dalam upaya pengendalian karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur TNI, Polri, BPBD Provinsi Sumsel, Basarnas, Manggala Agni, OPD, dunia usaha, MPA, dan relawan yang terus bersinergi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla,” ujarnya.

Menurut Toha, apel siaga tersebut menjadi bukti kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Apel ini adalah bukti bahwa Muba siap, Muba siaga, dan Muba bebas asap,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa sekitar 90 persen kejadian karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia. Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat respons terhadap potensi kebakaran.

“Tidak ada toleransi terhadap keterlambatan maupun ketidakmaksimalan dalam penanganan karhutla. Kemarau normal sekalipun bisa menjadi bencana apabila kita lengah,” katanya.

Bupati Toha juga menegaskan bahwa pengendalian karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi harus melibatkan kecamatan dan desa sebagai garda terdepan pencegahan. Ia meminta para camat meningkatkan pengawasan wilayah, memperkuat koordinasi dengan perusahaan, serta melibatkan masyarakat dalam upaya deteksi dan penanganan dini.

“Kita memiliki hutan dan lahan gambut seluas 694 ribu hektare yang menjadi aset penting dan paru-paru dunia. Jika terbakar, dampaknya tidak hanya dirasakan Muba, tetapi juga wilayah lain seperti Palembang, Jambi, bahkan negara tetangga,” ungkapnya.

Untuk tahun 2026, Pemkab Muba menargetkan penurunan luas karhutla minimal 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebagai langkah menuju Muba bebas asap. Guna mencapai target tersebut, Bupati Toha menetapkan tujuh langkah prioritas, yakni sinkronisasi satuan tugas di semua tingkatan, pembagian tugas pengendalian karhutla secara menyeluruh, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, optimalisasi alat pertanian untuk mendukung pemadaman, penguatan sarana dan personel pemadam perusahaan, aktivasi seluruh posko kebakaran, serta pemanfaatan dana desa melalui program satu desa satu pompa.

Secara khusus, ia juga meminta perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk lebih aktif membantu pencegahan dan penanggulangan karhutla, termasuk di wilayah sekitar konsesi.

“Jangan hanya memadamkan api di dalam konsesi. Ketika muncul asap di desa sekitar, perusahaan harus segera bergerak. Pencegahan dan semangat gotong royong yang selama ini kita bangun harus menjadi contoh nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi menjelaskan bahwa Pemkab Muba telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Musi Banyuasin Nomor 264/KPTS-BPBD/2026. Penetapan status tersebut didasarkan pada prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan yang memprediksi awal musim kemarau dimulai pada dasarian ketiga Mei 2026 dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Selain itu, curah hujan diperkirakan berada pada kategori normal hingga di bawah normal dengan potensi hari tanpa hujan lebih dari 20 hari berturut-turut, terutama di kawasan gambut Kabupaten Musi Banyuasin.

Marko mengatakan pengalaman karhutla pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Pada 2024, luas lahan terbakar di Muba mencapai 4.036 hektare atau sekitar 26 persen dari total luas karhutla di Sumatera Selatan. Berkat sinergi berbagai pihak, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 986 hektare pada 2025.

“Penurunan ini patut disyukuri, namun belum boleh membuat kita lengah. Upaya pencegahan harus terus diperkuat agar target Muba bebas asap dapat tercapai,” ujarnya.

Usai apel, dilakukan penandatanganan Komitmen Sinergi Penanggulangan Karhutbunlah Tahun 2026 oleh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. (Ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here