Beranda Banyuasin Satpol PP Banyuasin Bongkar Warung Kopi Berbau Maksiat

Satpol PP Banyuasin Bongkar Warung Kopi Berbau Maksiat

868
0
BERBAGI

Pangkalan Balai, Beritakajang.com – Sebuah warung kopi yang berada di Jalan Lingkar Simpang Lubuk Saung Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin digrebek Satpol PP setempat, Selasa (23/3).

Penggrebekan tersebut dilakukan lantaran warung kopi itu sering menjajakan wanita malam.

Dari penggrebekan itu diamankan beberapa wanita penghibur, pria hidung belang dan satu germo.

Kasat Pol PP Banyuasin Drs H Indra Hadi MSi didampingi Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Bustanil Aripin S.Sos M.Si mengatakan, penggrebekan dilakukan atas laporan masyarakat.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang resah, karena warung itu juga menyediakan wanita penghibur,” ujarnya.

Untuk membuktikan itu, pihaknya mengutus anggota Satpol PP Banyuasin untuk melakukan penyamaran (under over) agar berpura-pura melakukan transaksi seks.

“Dari laporan itu ternyata benar. Ada beberapa wanita yang bisa diajak berhubungan badan dengan syarat membayar sejumlah uang,” ujarnya.

Menurutnya, dari penggeledahan di lokasi ditemukan alat kontrasepsi seperti kondom. Selain itu, di lokasi tersedia bilik-bilik untuk melakukan hubungan terlarang.

“Pemilik warung tidak bisa mengelak dan mengakui jika dia menerima uang dari wanita malam, usai ada lelaki yang transaksi seks,” bebernya.

Indra Hadi menegaskan akan melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung tersebut.

“Warung kopi ini memang target. Dan akan segera dilakukan pembongkaran. Kita akan terus mewujudkan Banyuasin religius sebagaimana program Pak Bupati,” ujarnya.

Sementara itu, dihadapan Satpol PP Banyuasin, pemilik warung mengakui jika dia menerima uang Rp 50 ribu jika ada transaksi seks.

“Untuk makan pak, selama ini tidak ada kerjaan. Disamping buka warung kopi disana,” katanya.

Salah satu wanita sempat diwawancarai wartawan mengatakan, jika dia terpaksa bekerja sebagai PSK karena tuntutan ekonomi.

“Saya janda pak, tak ada kerjaan hanya ini yang bisa saya lakukan untuk menghidupi anak saya. Kalau saya ada uang, tak mungkin begini. Untuk tarif Rp 150 ribu sekali kencan,” singkat dia. (Ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here