Kayuagung, Beritakajang.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir [Pemkab OKI] menargetkan produksi gabah kering sebanyak 874.878 ton pada 2021 ini naik sekitar 10.000 ton dari tahun sebelumnya, yang hanya 864.798 ton gabah kering.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman dan Holtikultura (KPTH), Kabupaten OKI, Ir Syahrul mengatakan, pihaknya optimis bisa mencapai target tersebut, mengingat realisasi produksi gabah kering di OKI selalu melampaui target.
“Tahun kemarin produksi kita surplus hingga dipasok ke daerah lain. Tahun 2020, OKI masuk dalam tiga besar sebagai penyumbang lumbung pangan di Sumsel, dan kedepan kita optimis mampu menjadi penyumbang lumbung pangan terbesar,” ujar dia saat dibincangi di kantornya, Senin (1/2).
Katanya, meskipun tidak ada program cetak sawah di Kabupaten OKI pada 2021 ini, pihaknya tetap yakin mampu melampaui target. Bahkan, dirinya optimis OKI bisa menjadi penyumbang lumbung pangan terbesar di Sumsel dengan optimalisasi lahan sawah yang ada saat ini mencapai 129.000 hektare yang terdiri dari lahan irigasi teknis, lahan sawah tadah hujan, lahan sawah pasang surut dan lahan rawa lebak.
“Tahun ini memang kita tidak melakukan program cetak sawah baru, akan tetapi kita akan melakukan optimalisasi lahan sawah yang ada,” ungkapnya.
Program optimalisasi lahan persawahan tersebut, menurutnya, dengan cara membenahi saluran pintu air, pembuatan sumur bor dan pembuatan irigasi. Dengan demikian, lanjutnya, lahan sawah yang sebelumnya hanya satu kali tanam akan diupayakan untuk bisa melakukan dua kali tanam atau IP200.
“Di Kabupaten OKI untuk sawah tadah hujan rata-rata sudah tiga kali tanam atau IP 300. Nah, kita akan mendorong para petani di lahan rawa lebak yang ada di 7 kecamatan untuk melakukan dua kali tanam, begitupun dengan lahan pasang surut dan irigasi.”
“Kita berharap yang tadi per hektarenya mampu memproduksi 3 ton gabah kering, tahun ini bisa menjadi 4 ton,” katanya lagi.
Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir H. Iskandar, SE mengatakan, sektor pertanian di OKI terus didorong oleh pemerintah daerah untuk terus maju, dan tumbuh meskipun di tengah pandemi Covid-19.
Iskandar mengatakan, berkat kerja keras petani, produksi lahan pertanian di Ogan Komering Ilir terus meningkat dari tahun ke tahun, termasuk pada masa pandemi Covid-19. “Sektor pertanian menjadi andalan kita saat menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya. (Ron)
Sumber : beritamusi.co.id