Lombok Utara, Beritakajang.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Bagian Humas dan Protokol menggelar siaran pers terkait perkembangan dan penanganan medis Covid-19 di KLU. Diikuti oleh para wartawan berbagai media serta menghadirkan dua narasumber, masing-masing Kepala Dinas Kesehatan dr. HL. Bahrudin dan Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat, M.Kes, berlangsung di aula sekretariat daerah setempat, Jumat (28/8/2020).
Kabag Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas, MA saat membuka acara mengharapkan awak media tetap updating data-data terbaru terkait penangananan Covid-19, khususnya di wilayah Lombok Utara.
“Terkait kesimpangsiuran informasi yang berkembang di tengah masyarakat agar segera dikonfirmasikan dengan tim Covid-19 atau pihak rumah sakit setempat untuk mendapatkan akurasi data,” harap Mujaddid.
Ditambahkannya, upaya pencegahan Covid-19 termasuk usaha bersama semua pihak dengan mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada saat ini, secara sinergis dan komprehensif.
Pada pencegahan, katanya, seperti pemantauan dan pengawasan kepada pelaku perjalanan domestik maupun internasional di pintu masuk laut dan darat.
“Melakukan testing, tracking dan tereatment. Menerapkan protokol kesehatan (cuci tangan pakai sabun, gunakan masker, jaga jarak, PHBS),” imbuh mantan Kabid E-Gov Diskominfo itu.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. HL Bahrudin memaparkan perkembangan terkini kasus Covid-19 di KLU. Menurutnya, hingga tanggal 27 Agustus 2020, data update kasus corona terdiri dari pelaku perjalanan 1.078 orang (1 orang masih karantina), kontak erat 775 orang (54 orang masih karantina), suspek 594 orang, konfirmasi positif Covid-19 sejumlah 94 orang, sembuh 76 orang. Sementara masih dalam perawatan medis sejumlah 14 orang serta meninggal ada 4 orang.
Diterangkan Lalu Bahrudin, populasi berisiko sudah diperiksa dengan metode rapid test, kontak erat pasien dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, tenaga kesehatan dan pelajar atau mahasiswa yang keluar daerah, serta pelaku perjalanan lainnya (buruh/pekerja lepas).
“Bagi semua orang yang diperiksa dengan Rapid Diagnostik Test (RDT). Hasil RDT reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab. Semua suspek Covid-19 dilakukan pemeriksaan swab. Ini standar pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosa konfirmasi Covid-19,” terang Kadikes KLU ini.
Untuk upaya tindak lanjut kegiatan memutus rantai penularan serta mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, kata Bahrudin, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracking kepada semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif terjangkit corona.
Pihak Dinkes, masih kata dr. Bah, menyerukan semua lapisan masyarakat Lombok Utara tetap tenang seraya menerapkan physical distancing (jaga jarak fisik), menggunakan masker, menghindari kerumunan, serta menerap pola hidup bersih dan sehat.
“Mari kita memperkuat kolaborasi kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis serta persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19. Menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19 masyarakat harus mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh Pemda KLU,” tutupnya.
Senada Kadis Kesehatan, Direktur RSUD H. Syamsul Hidayat memaparkan alur pelayanan pasien Covid-19 RSUD setempat. Ia juga memerinci jumlah pasien yang diberi layanan medis.
“Jumlah unit pelayanan pasien Covid-19 di RSUD yaitu isolasi sentral ada 16 bed, isolasi Irna 2 Lt. II ada 23 bed, unit layanan karantina ada 81 bed,” tambah Direktur RSUD H. Syamsul Hidayat. (Sas)