Beranda Hukum & Kriminal Usai Dua Orang Ditangkap, Satu Lagi Pelaku Penganiayaan Disergap Polisi

Usai Dua Orang Ditangkap, Satu Lagi Pelaku Penganiayaan Disergap Polisi

180
0
BERBAGI
(Sumber Foto Beritakajang.com/Andre)

Palembang, Beritakajang.com – Polisi terus mengejar para pelaku penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

Usai dua pelaku sudah ditangkap, Unit Reskrim Polsek SU II dipimpin Kanit Reskrim IPTU Andrian kembali menangkap satu pelaku lagi.

Pelaku Fikri Ramadhan (23) warga Jalan KH Azhari Kecamatan SU II Palembang ini ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, Rabu (26/4/2023) sekira pukul 16.30 WIB. Dan langsung digiring ke Mapolrestabes Palembang untuk diproses lebih lanjut.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Reskrim AKBP Haris Dinzah melalui Kapolsek SU II Kompol Bayu Arya Sakti membenarkan telah mengamankan satu DPO pelaku penganiayaan.

“Sebelumnya dua pelaku sudah kita tangkap yakni M. Keny Hermanto (19) dan Muhammad Ridwan (21) dan mengejar dua orang lagi yang masih DPO,” kata Kompol Bayu.

Lanjutnya, peristiwa terjadi di Jalan KH. Azhari Lorong Beringin Kecamatan SU II Palembang pada Ahad (23/4/2023) sekira pukul 00.30 WIB yang mengakibatkan korban Periansyah (25) mengalami luka-luka dan Apriansyah (22) meninggal dunia.

“Setelah menangkap dua pelaku terlebih dahulu, setelah dilakukan pemeriksaan didapat keberadaan tersangka Fikri dan anggota langsung melakukan penangkapan di rumahnya,” sambung dia.

Lebih jauh dikatakan Kompol Bayu bahwa peristiwa terjadi berawal saat pelaku Fikri (tertangkap) bertemu dengan pelaku Mustofa (DPO) di rental PS. Lalu, pelaku Mustofa mengajak pelaku Fikri membantu pelaku Ridwan (tertangkap) untuk membalas dendam.

“Menurut keterangan para pelaku, mereka menuju ke Jalan Pratu Musa dan telah menunggu pelaku Keny (tertangkap) dan Wak Wek (DPO), kemudian pelaku Ridwan mengajak mereka mencari korban untuk balas dendam,” jelasnya.

Pada saat bertemu di Jalan Pratu Musa, pelaku Fikri sudah melihat pelaku Ridwan membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit. Selanjutnya, pelaku Fikri dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy nopol BG 6490 AAE membonceng pelaku Mustofa.

Sedangkan pelaku Wak Wek membonceng pelaku Keny dan Ridwan, sebelum ke tempat kejadian perkara (TKP) para pelaku mampir ke rumah pelaku Ridwan mengambil sajam jenis pedang sebanyak dua bilah dalam rumah pelaku Ridwan. Lalu diberikan kepada pelaku Mustofa dan Keny.

Dengan mengendarai dua unit motor para pelaku menuju ke TKP. Sesampainya di TKP, pelaku Fikri dan Wak Wek diperintahkan pelaku Ridwan menunggu di depan Lorong Beringin Jaya. Sedangkan Ridwan membawa sajam jenis celurit, pelaku Keny membawa pedang dan Mustofa membawa pedang menuju ke TKP  melakukan kekerasan terhadap korban.

“Menurut keterangan pelaku di TKP, mereka langsung membacok pelipis dan kepala korban, sehingga korban terluka dan hingga satu korban meninggal dunia,” ujar Kompol Bayu.

Lanjutnya, setelah mereka melakukan kekerasan terhadap korban para pelaku melarikan diri.

“Tinggal dua pelaku lagi masih dalam pengejaran, untuk barang bukti (BB) yang diamankan yakni satu unit motor Honda Scoopy nopol BG 6490 AAE dan satu unit motor BeAT Street nopol BG 4125 ADP,” pungkasnya. (Andre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here