Beranda Hukum&Kriminal Penjual Obat Keras Daftar G Yetty Oktaria Dihukum Pidana Denda Rp 60...

Penjual Obat Keras Daftar G Yetty Oktaria Dihukum Pidana Denda Rp 60 Juta

19
0
BERBAGI
Saat persidangan yang diketuai oleh Harun Yulianto SH MH. (Sumber Foto Beritakajang.com/Hermansyah)

Palembang, Beritakajang.com – Penjual obat keras daftar G yang tak memiliki izin BPOM yang menjerat terdakwa Yetty Oktaria dapat bernapas lega, usai dijatuhi hukuman oleh majelis hakim dengan pidana denda sebesar Rp 60 juta. Dengan ketentuan apabila tidak membayar diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

Putusan tersebut dibacakan oleh majelis hakim Harun Yulinto SH MH saat sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (20/9/2022).

Dalam amar putusannya bahwa Yetty Oktaria secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tidak pidana tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktek kefarmasian, melanggar Pasal 198 Jo, Pasal 108 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa Yetty Oktaria sebesar Rp 60 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan selama 4 bulan,” terang majelis hakim saat di persidangan.

Setelah mendengarkan putusan yang dibacakan oleh majelis hakim, baik terdakwa maupun JPU menyatakan sikap pikir-pikir terhadap putusan tersebut.

Dalam sidang sebelumnya, terdakwa Yetty Oktaria dituntut JPU Kejati Sumsel Rini Purnamawati SH MH dengan pidana denda sebesar Rp 100 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

Berdasarkan laman SIP PN Palembang bahwa terdakwa Yetty Oktaria pada Rabu (16/3/2022) pukul 12.00 WIB, di Toko Obat Welly Gedung Pasar 16 Ilir lantai 3 RT 01/01 Kecamatan Ilir Timur I, melakukan praktek kefarmasian tanpa mengantongi keahlian.

Saat itu, petugas BPOM di Palembang melakukan penyamaran sebagai pembeli. Kemudian membeli obat keras daftar G di toko obat tersebut, antara lain 3 keping ciprofloaxacin, 3 keping asam mafemat, 2 keping prednison, 2 keping captopril dan 3 keping amoxilin.

Saat itu dilayani terdakwa langsung, dan membayar obat keras tersebut seharga Rp 94 ribu.

Kemudian, petugas BPOM datang melakukan pemeriksaan di Toko Obat Welly. Sehingga ditemukan obat keras sebanyak 104 macam serta ada 3 bundel dokumen nota jual beli.

Dari ratusan merek obat keras daftar G tersebut diantaranya, rosidon domperidone suspensi cair, coftrimoxazole sulfamethoxazole, lansoprzole, cefford forte cefadroxil, samcofenqc diclofenac sodium dan lainnya. (Hsyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here