Lombok Utara, Beritakajang.com – Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Masjid Nurul Yaqin Abdurrahman Dusun Kelongkong Desa Sambik Bangkol (Samba) Kecamatan Gangga, Ahad (20/6).
Hadir dalam kesempatan itu diantaranya Anggota DPRD KLU Putrawadi, Perwakilan Yayasan Al-Imam Al-Syafi’i Mataram, Pemerintah Kecamatan Gangga, Perwakilan Polsek Gangga, Penjabat (Pj) Kades Samba beserta perangkat desa setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan serta warga dusun setempat.
Bupati Djohan dalam sambutannya mengatakan masih banyak pembangunan yang belum terselesaikan di Lombok Utara, termasuk puluhan masjid. Terlebih lagi rumah tahan gempa (RTG) yang diberikan bantuan oleh presiden sampai saat ini masih tersisa sekitar 18 ribu rumah. Adapun dana pemerintah pusat yang sudah disalurkan ke Lombok Utara untuk anggaran pembangunan RTG sampai hari ini sekitar Rp 2,3 triliun.
“Suatu angka yang begitu besar buat daerah kita, namun sesungguhnya belum seluruhnya pembangunan terselesaikan. Untuk itu saya mohon semua masyarakat di Lombok Utara ini, maru kita bergotong royong bersatu padu dalam rangka membantu pembangunan masjid khususnya yang ada di dusun kita ini,” ajak Bupati Lombok Utara dua periode ini.
Bupati Djohan juga mengatakan dirinya yakin dan percaya, salah satu cara membangun daerah adalah bersatu secara utuh dan jangan bercerai berai sembari menandaskan jika tidak bersatu pembangunan apapun di KLU tidak bisa di selesaikan dengan sebaik-baiknya.
Ditambahkannya, daerah KLU bisa dibangun apabila semua elemen daerah bersatu, pasalnya elemen yang membangun daerah ini hanya kita sendiri.
Menurut orang nomor satu di Lombok Utara ini, sudah banyak yayasan amal yang telah membantu kita membangun masjid. Pemerintah membantu kita membangun rumah tahan gempa.”Kita bersyukur banyak yang membantu. Untuk itu sebagai Kepala daerah, atas nama masyarakat di sini menyampaikan terima kasih kepada saudara-saudara saya dari yayasan Imam Syafi’i,” ujarnya .
Menurut Ketua DPC PKB KLU itu, hal yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memakmurkan masjid yang sudah susah payah dibangun dengan dengan meramaikannya melalui aktivitas shalat berjamaah. Pemerintah memang tidak menutup mata dengan kondisi daerah saat ini.
“Dulu APBD kita Rp 1,2 triliun, sekarang setalah Covid-19 turun 2,5 persen, sekitar Rp 300 miliar, inilah persoalan daerah. Saya harapkan masyarakat memaklumi hal ini. Jadi jika ada hal-hal yang belum bisa kita lakukan harap anda semua maklum. Apa yang saya jadikan visi-misi pada pemilukada kemarin belum bisa kita wujudkan karena kita harus melaksanakannya berpedoman pada peraturan daerah,” imbunya.
Dituturkan bupati bahwa peraturan daerah tentang visi-misi masih disusun oleh DPRD, dimana pelaksanaannya bisa dilakukan sekitar Agustus atau September mendatang.
Masih kata Djohan, ihwal bisa dilaksanakan sekarang sudah diatur pada peraturan daerah tahun 2020 seraya memaklumkan masyarakat Desa Sambik Bangkol.
“Mari kompak bersatu membangun daerah kita. Kita tidak tahu kapan berakhirnya Covid-19 ini. Tapi, kita harus bersyukur kepada Allah, pertanian dan perkebunan kita masih bagus. Kita tidak boleh tinggal diam tapi kita harus mampu bergerak dalam situasi ini, tentu dengan mematuhi prokes. Alhamdulillah di Lombok Utara, warga yang masih diisolasi sekarang ini sekitar 17 orang dan kita dalam zona oranye. Untuk itu mari kita bersama-sama menyelesaikan pembangunan masjid ini,” pungkas Ketua PD Muhamadiyah KLU ini.
Dalam pada itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Yaqin Abdurrahman Putrawadi dalam laporannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dibangunnya masjid setempat setelah dikoyak gempa bumi 2018 silam.
Dibangunnya masjid setempat, tutur Anggota DPRD KLU ini, berkat bantuan donasi dari Singapura melalui Yayasan Al-Imam Al-Syafi’i di Mataram. Untuk itu, dirinya dan masyarakat Kelongkong menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pengurus yayasan di berbagai tingkatan mulai kecamatan, kabupaten dan provinsi.
“Atas nama masyarakat Dusun Kelongkong dan Desa Sambik Bangkol umumnya, kami memberi apresiasi tinggi dan terima kasih banyak kepada Pengurus Yayasan Al-Imam Al-Syafi’i yang telah membantu kami membangun masjid ini kembali,” ucap Putrawadi dihadapan tamu undangan.
Dikonfirmasi terpisah Pj Kades Samba Sarjono menuturkan bahwa masjid yang terletak di samping kantor desa setempat memang baru dapat dibangun sekarang pascagempa bumi melanda tiga tahun silam.
Pemerintah Desa Samba mengapresiasi tinggi pihak yayasan pemberi bantuan, sehingga masjid ibu kota desa tersebut dapat terbangun.
“Alhamdulillah, dengan terbangunnya kembali Masjid Nurul Yaqin Abdurrahman ini melegakan warga. Selama kurang lebih tiga tahun mereka melaksanakan aktivitas ibadah di masjid sementara. Harapan saya setelah terbangunannya masjid ini nanti warga kami dapat lebih nyaman beribadah,” harapnya.
Rangkaian akhir acara Bupati Lombok Utara didampingi Wakil Ketua BPD dan Pj Kades Samba meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Yaqin Adurrahman.(Sas)