Palembang, Beritakajang.com – Kapolda Sumsel Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S MM melalui Kabid Humas Kombes Pol Supriadi MM, Selasa [25/5], kembali mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kesadaran menerapkan prokes.
Ia menambahkan, mohon kesadaran masyarakat yang sudah terpapar untuk melaksanakan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing) dan perawatan (treatment). Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain.
Sementara itu, peneliti genomik molekuler dan anggota konsorsium Covid-19 Genomics UK Riza Arief Putranto menjelaskan, varian virus corona tak hanya berasal dari Inggris, India, hingga Afrika Selatan. Indonesia diam-diam juga memiliki empat varian lokal, salah satunya sudah muncul sejak April 2020 lalu.
“Di Indonesia kita punya empat varian lokal, kenapa saya sebut lokal, karena varian ini nggak ditemukan banyak di tempat lain,” bebernya dalam diskusi bersama Kawalcovid-19, Selasa (24/5).
“Tingkat kemunculan varian yang tinggi itu biasanya ada di daerah endemiknya, jadi ada empat varian, dua diantaranya B14662 dan B1470, dua varian lainnya sepertinya sebentar lagi musnah,” sebut Riza.
Adapun varian corona B1470 yang menyebar sejak April 2020 hingga kini, prevalensinya mencapai 16 hingga 40 persen. Sementara varian corona B14662 muncul di akhir Desember 2020, dilihat cenderung akan menggantikan varian corona B1470.
“Kalau di Indonesia total secara akumulatif varian itu dihitung, kita punya 48 persenan itu dari varian B14662,” sambungnya.
Varian corona lokal Indonesia B14662 dam B1470, disebut Riza, sudah menyebar ke 15 negara. Namun, kasusnya cenderung sedikit di negara lain.
“Di negara lain ditemukan sedikit sekali prevalensinya, di bawah 0,5 dan 0,1 persen, dan kenapa disebut lokal Indonesia, ya karena munculnya di sini, secara karakteristiknya mutasinya juga tidak ditemukan di negara lain,” jelas dia.
Meski begitu, Riza menegaskan sejauh ini, seluruh varian baru corona tidak menimbulkan gejala Covid-19 yang berbeda. Begitu juga dengan efektivitas vaksin Covid-19, sejauh ini dinilai masih efektif melawan varian baru corona. [Bakrie]