MURATARA,Beritakajang.com — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) selama beberapa bulan terakhir memperparah krisis air bersih di tengah masyarakat. Keruhnya aliran sungai akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di hulu sungai kian menyulitkan warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Muratara H. Devi Suhartoni secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan tanggung jawab penuhnya sebagai kepala daerah.
“Saya tidak mencari alasan dan tidak menyalahkan siapa pun. Ini tanggung jawab saya sebagai Bupati,” tegas Devi Suhartoni.
Dalam pernyataannya, Bupati menyampaikan dua poin penting terkait kendala yang dihadapi pemerintah daerah:
Belum Mampu Menghentikan PETI: Pemerintah daerah belum berhasil menertibkan illegal mining di hulu sungai yang menyebabkan Sungai Rawas dan Rupit menjadi kotor dan keruh.
Pemenuhan Air Bersih Belum Merata: Pemkab belum mampu menyediakan pasokan air bersih secara menyeluruh kepada seluruh warga selama musim kering.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Bupati mengimbau masyarakat untuk saling berbagi air sumur bersih di desa masing-masing. Ia menyebutkan sebagian desa telah memiliki sumur dalam yang dapat dimanfaatkan bersama. Sementara untuk solusi jangka panjang, Pemkab Muratara telah merencanakan penganggaran pembuatan sumur dalam secara lebih luas pada tahun 2027.
Devi Suhartoni mengaku sadar bahwa masyarakat saat ini tidak membutuhkan janji manis maupun retorika, melainkan aksi nyata.
“Saya sadar telah mengecewakan harapan masyarakat terkait kisruh air Sungai Rawas dan Rupit yang kotor akibat PETI. Namun, saya akan terus berusaha menyelesaikan permasalahan ini secara baik dan adil,” pungkasnya. (Hkm)
































