Beranda HL Optimalisasi Visual Early Warning System (EWS) pada Pelayanan Kebidanan e-Puskesmas di UPTD...

Optimalisasi Visual Early Warning System (EWS) pada Pelayanan Kebidanan e-Puskesmas di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tangkit

37
0
BERBAGI

MUARO JAMBI, Beritakajang.com-Transformasi digital pelayanan kesehatan terus berkembang di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tangkit, Kabupaten Muaro Jambi.

Dalam pelaksanaan praktik Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan (SIPKES), mahasiswa Program Studi S2 Kebidanan dan S1 Informatika Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menemukan beberapa kendala pada penggunaan aplikasi e-Puskesmas, khususnya pada cluster Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Permasalahan utama yang ditemukan adalah belum optimalnya tampilan sistem dalam menampilkan status kegawatdaruratan pasien ibu dan anak.

Setelah bidan melakukan penginputan data klinis pasien, informasi diagnosis, prognosis, dan tingkat risiko pasien belum dapat langsung terlihat pada halaman utama sistem.

Akibatnya, tenaga kesehatan masih harus membuka beberapa menu navigasi untuk melihat kondisi pasien secara lengkap.

Kondisi ini dinilai dapat memperlambat deteksi dini dan penanganan pasien dengan risiko tinggi seperti preeklamsia, perdarahan, anemia berat, maupun komplikasi obstetri lainnya.

Berdasarkan hasil identifikasi masalah tersebut, Erni Anggraeni merupakan salah satu mahasiswi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang sedang mengemban Pendidikan Tinggi Strata 2/S2 Kebidanan dan juga seorang Staff Puskesmas Rawat Inap Tangkit Mengatakan bahwa kegiatan ini harus disegerakan berkolaborasi dengan UPTD Puskesmas Tangkit guna merancang inovasi berupa Visual Early Warning System (EWS) pada aplikasi e-Puskesmas.

Inovasi ini dibuat khusus untuk mendukung pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) agar tenaga kesehatan dapat mengenali kondisi pasien secara lebih cepat, mudah, dan efektif.

Inovasi ini diajukan sebagai bagian dalam Praktik Sistem Informasi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan yang diselenggarakan pada tanggal 18-23 Mei 2026.

Rancangan sistem yang diusulkan menggunakan pendekatan psikologi tiga warna dinamis, yaitu merah sebagai indikator kondisi gawat atau risiko tinggi, oranye sebagai tanda peringatan (warning), dan hijau sebagai kondisi normal.

Selain itu, sistem juga dirancang agar diagnosis dan prognosis pasien dapat langsung muncul otomatis setelah bidan selesai melakukan input data klinis.

Dengan konsep single glance, tenaga kesehatan cukup melihat satu tampilan utama untuk mengetahui kondisi pasien tanpa harus membuka banyak halaman sistem.

Kolaborasi antara mahasiswa S2 Kebidanan dan S1 Informatika Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan UPTD Puskesmas Rawat Inap Tangkit ini dilakukan sebagai bentuk inovasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi.

Tujuannya adalah untuk mempermudah pencarian data pasien risiko tinggi, mempercepat monitoring pasien KIA, mendukung pengambilan keputusan klinis secara cepat dan tepat, serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi di pelayanan kesehatan primer.

Melalui pengembangan Visual Early Warning System (EWS) ini, diharapkan pelayanan kebidanan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tangkit menjadi lebih responsif, modern, dan terintegrasi dalam mendukung transformasi digital kesehatan di Indonesia.

Selain itu, penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan deteksi dini kegawatdaruratan maternal dan neonatal, sehingga tenaga kesehatan dapat segera melakukan tindakan yang tepat sebelum kondisi pasien menjadi lebih berat.

Harapan lainnya, Visual EWS ini dapat membantu bidan dalam mempermudah monitoring pasien risiko tinggi, mengurangi keterlambatan pengambilan keputusan klinis, serta meningkatkan efisiensi pelayanan di ruang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Dengan tampilan sistem yang lebih sederhana, informatif, dan mudah dipahami, tenaga kesehatan diharapkan dapat bekerja lebih cepat, tepat, dan terarah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ke depan, inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi model pengembangan sistem digital pelayanan kebidanan di puskesmas lain, khususnya dalam mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer, serta terwujudnya pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berbasis teknologi informasi.(albrt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here