PALEMBANG, Beritakajang.com — Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) memberikan penjelasan resmi terkait insiden kecelakaan kapal tongkang yang menabrak pemukiman warga di perairan Sungai Musi, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Jumat, 24 April 2026.
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.I.K., melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian merespons cepat laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110. Personel Satpolairud Polrestabes Palembang langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB saat kapal tongkang Andalan Semesta 02 yang ditarik Tug Boat Trans Marine 02 berlabuh jangkar di perairan Gandus untuk menunggu antrean muatan. Sekira pukul 13.30 WIB, tug boat melepaskan tongkang dalam posisi lego jangkar untuk pengisian air tawar di jetty Gandus.
Namun pada pukul 15.00 WIB, kondisi cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tongkang tersebut larat atau hanyut tanpa kendali. Tongkang kemudian menghantam sejumlah bangunan di pinggiran sungai.
Dari hasil pendataan di lapangan, satu unit rumah milik warga berinisial H roboh, sementara rumah milik S mengalami kerusakan berat pada bagian dapur. Selain itu, dua unit perahu motor, satu empang, serta tiga dermaga beton milik warga di RT 12 Kelurahan Gandus turut mengalami kerusakan.
Penyidik Dit Polairud Polda Sumsel saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam prosedur operasional kapal tersebut. Sejumlah saksi, termasuk warga setempat dan awak kapal, telah dimintai keterangan guna memperkuat konstruksi perkara.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa proses penanganan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Kami memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai prosedur. Saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Polda Sumatera Selatan juga memastikan bahwa dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa, meskipun kerugian materiil cukup signifikan.
Selain itu, kepolisian mengimbau seluruh operator kapal dan perusahaan jasa angkutan perairan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem, khususnya di sepanjang aliran Sungai Musi. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama guna mencegah terjadinya insiden serupa.
Polda Sumsel turut mengapresiasi peran aktif masyarakat yang segera melaporkan kejadian melalui Call Center 110 sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan Call Center 110. Respon cepat merupakan komitmen kami dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.(ron)
































