Beranda HL Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni Buat Analisis Masyarakat Harus Rajin Bercocok Tanam

Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni Buat Analisis Masyarakat Harus Rajin Bercocok Tanam

1
0
BERBAGI

MURATARA, Beritakajang.com – Bupati Kabupaten Muratara, H. Devi Suhartoni terus membuat analisis kondisi kehidupan masyarakat serta kondisi perekonomian didalam kehidupan masyarakat saat ini, maka dari itu, Bupati Kabupaten Muratara, H. Devi Suhartoni memberikan gambaran bagi anak muda maupun ibu-ibu disetiap Desa, agar kedepan kehidupan disetiap Keluarga terus membaik.

H. Devi Suhartoni menjelaskan, bahwa harga emas dari Rp.500.000 ribu naik menjadi per gram ke 750 ribu bahkan sampai tembus dengan harga Rp. 1 juta pergram, kemudian ke Rp. 2.500.000 per gram sekarang emas akan menuju ke 5.500.000 per gram diakhir tahun 2026, artinya per suku bisa tembus diharga Rp.30 juta lebih.

Kemudian, untuk Harga sawit ditahun ke tahun mendatang bisa mencapai Rp.5.000 per kg ini kemungkinan pada tahun 2028 mendatang.
Seterusnya, harga karet juga akan naik tetapi gendalanya banyak yang tidak mau menyadap lagi.
Harga kebutuhan 9 barang pokok akan terus naik.

Maka kita semua masyarakat Muratara terus dorong menghidupkan sawah sawah lama dan bertanaman pohon ekonomis lain nya seperti kelapa, kemiri, sukun, sayur mayur agar harganya tidak mahalmkarena dihasikkan daerah kita sendiri. Serta perternak ayam daging dan telor.

“Kami sebagai Pemkab Muratara terus dorong agar masyarakat rajin bertanam yaitu bawang merah, karena bawang merah sangat cocok dengan tanah Muratara serta kwalitas bawang kita bagus, kadar air kurang dan harumnya juga melebihi daerah lain. Sebebnarnya masyarakat kalau focus di bawang merah salah satu sumber ekonomi sebab per tiga bulan panen, ” Ujar Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni, kepada wartawan Beritakajang.com, pada Minggu (1/2/2026).

Dijelaskan, H. Devi Suhartoni situasi terberat saat ini adalah pengangguran di Muratara, lowongan kerja hanya ada diperkebunan dan pertambangan, tetapi anak kita mencari ber kreative misal mengecam bambu, rotan dan lain lain yang bisa memberi nilai tambah jadi product.

“Tiap desa sudah ada bantuan dana Rp. 30 jt untuk berkegiatan ibu-ibu anak muda dan generasi pemuda-pemudi, kita sudah jelaskan kepada pihak PMD Muratara, serta Camat agar uang itu tidak di belanjakan tidak produktive tetapi pengembangan skill ibu ibu dan pemuda pemudi menjadi nilai ekonomis, misal ada 16 desa di Kecamatan Rawa Ulu, bagaimana 10 jt per desa digabung dan pelatihan serta beli alat untuk produksi, jadi ada nilai ekonomis tumbuh jadi ada lowongan kerja disetiap Kecamatan,” jelas Bupati Muratara.

Dijelaskan, Bupati saat ini Kita belum bisa mendatang kan investor lain untuk membuat pabrik turunan kelapa sawit atau produk baru, ada beberapa gendala salah satu issue lama keamanan dan etos kerja. Tapi kita yakin setelah listrik gardu induk selesai ini akan menjadi nilai jual juga kedepan untuk ada pabrik selain sawit daerah kita.

“Gardu induk masih ada masalah 3 tapak tower belum selesai tanah, harusnya akhir bulan Januari 2026 ini selesai tapi molor lagi gara gara 3 pemilik tanah belum menghibahkan. Salam hormat untuk semua masyarakat Muratara, sehat selalu, mudah rejeki dan selalu disayang Allah SWT, ” Pungkasnya. (Hkm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here