Beranda Musi Banyuasin IWO Muba Soroti Dugaan Intervensi Oknum Anggota Dewan dalam Pelanggaran Aturan Turnamen...

IWO Muba Soroti Dugaan Intervensi Oknum Anggota Dewan dalam Pelanggaran Aturan Turnamen Futsal

42
0
BERBAGI

Muba, Beritakajang.com — Turnamen futsal yang digelar Politeknik Sekayu (Poltek Sekayu) di Lapangan Bundar, Kabupaten Musi Banyuasin, kembali memantik polemik setelah muncul dugaan intervensi dari salah satu oknum anggota DPRD Muba terkait pelanggaran aturan yang dilakukan oleh pemain tim Holiday.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Muba, Hendra Imron, meminta panitia memberikan klarifikasi resmi setelah salah satu pemain diketahui tidak dapat menunjukkan identitas diri (KTP) sebagaimana diwajibkan dalam technical meeting.

Hendra menegaskan bahwa sejak awal panitia telah menetapkan aturan tegas bahwa setiap pemain wajib menunjukkan KTP atau identitas resmi sebelum bertanding. Namun dalam pelaksanaannya, salah satu tim tetap mencoba menurunkan pemain yang tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut.

“Aturannya sudah jelas. Dalam technical meeting disepakati bahwa pemain wajib menunjukkan KTP. Jika tidak bisa, maka tidak boleh bermain. Yang menjadi pertanyaan, kenapa sampai ada oknum anggota DPRD Muba yang ikut campur dalam masalah ini?” tegas Hendra, Rabu (27/11/2025).

Menurutnya, dugaan intervensi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi tim lain yang telah mematuhi seluruh aturan kompetisi. Meski pada akhirnya kedua tim diputuskan didiskualifikasi, Hendra menilai keputusan itu tidak menghapus fakta bahwa ada peserta yang merasa dirugikan.

“Ada tim yang merasa dirugikan karena mereka patuh pada aturan. Panitia harus memahami bahwa keadilan kompetisi itu penting. Jika aturan sudah dibuat, jangan sampai ada pihak yang menekan atau mencoba mempengaruhi keputusan panitia, siapa pun dia,” ujarnya.

Hendra meminta panitia memberikan penjelasan secara terbuka guna menjaga integritas turnamen serta memastikan kegiatan berlangsung profesional tanpa tekanan dari pihak mana pun.

“Kami meminta klarifikasi dari panitia. Transparansi itu wajib agar tidak muncul kesan bahwa turnamen ini dapat dipengaruhi oleh jabatan atau kepentingan tertentu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Diesnatalis Politeknik Sekayu ke-18, Adi, membantah adanya intervensi atau tekanan dari anggota DPRD Muba seperti yang ramai dibicarakan.

“Terima kasih sebelumnya, pak. Saya Adi, Ketua Pelaksana Diesnatalis Politeknik Sekayu ke-18. Terkait dugaan intervensi dari anggota dewan atau tekanan, itu tidak ada sama sekali. Justru kehadiran beliau menjadi penengah kami dalam mengambil keputusan dan menindak pihak yang membuat keributan,” singkat dia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here