Kayuagung, Beritakajang.com – Pasca kenaikan harga BBM yang mulai diberlakukan pada tanggal 3 September 2022 lalu, membuat sebagian masyarakat mengeluh atas kebijakan kurang popular dari pemerintah pusat tersebut.
Menanggapi hal ini, Ketua DPD Partai Ummat Kabupaten OKI, Trisno Okonisator, secara tegas menolak kenaikan harga BBM yang sudah menyengsarakan masyarakat, terutama warga yang tinggal di daerah perairan.
“Menurut kami, ini melukai nurani masyarakat, terutama warga yang berdomisili di perairan. Sebagai gambaran, kondisi geografis Kabupaten OKI mencakup 70% perairan, sisanya kan daratan,” jelas dia didampingi Bapilu Tirta Rahmawan, Sekretaris Mgs Zainal Abidin dan Dewan Pertimbangan Partai Ummat OKI Iskandar ZA, Rabu (7/9/2022).
Ia melanjutkan, akibat naiknya harga BBM otomatis membuat harga sembako hingga tarif transportasi akan ikut naik juga dengan menyesuaikan situasi saat ini.
“Padahal di tengah proses pemulihan ekonomi nasional, seharusnya kenaikan BBM itu harus melalui kajian dan bukan ditentukan oleh oligarki,” tegas dia.
Trisno Okonisator berharap agar Pemerintah Kabupaten OKI bisa membantu masyarakat yang terdampak langsung terhadap kenaikan harga BBM tersebut.
“Kami ingin Pemkab OKI segera membantu masyarakat yang terdampak atas kenaikan harga BBM ini, dari pada buang anggaran, seperti double track taman yang dinilai tidak ada manfaatnya,” pungkas dia. (Ron)