Beranda Banyuasin Rp 16 Miliar Diduga Tidak Sesuai Bangunan, Komisi lV DPRD Banyuasin Sidak...

Rp 16 Miliar Diduga Tidak Sesuai Bangunan, Komisi lV DPRD Banyuasin Sidak di RSUD

240
0
BERBAGI
Komisi lV DPRD Banyuasin saat sidak di RSUD. [Sumber Foto Beritakajang.com/Ida Lela]

Pangkalan Balai, Beritakajang.com – Anggota DPRD Banyuasin dari Komisi IV melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa ruangan RSUD Banyuasin yang baru saja selesai direnovasi, Senin (10/1).

Saat sidak, sejumlah wakil rakyat ini dibuat naik pitam lantaran melihat kondisi pembangunan tiga titik di RSUD Banyuasin yang tak sesuai harapan.

“Ini bagaimana, anggaran sebesar Rp 16 miliar untuk rumah sakit ini, tapi tidak sesuai dengan spesifikasi,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Banyuasin, Tismon Sugiarto.

“Ini juga, pintu toilet tidak bisa dibuka. Gagangnya juga sudah patah, ruangan belum dipakai,” tanya Tismon kembali.

Selain toilet, ada juga temuan lantai vinil yang terlihat buram, dan anggota Komisi IV DPRD Banyuasin juga mempertanyakan hal tersebut.

“PPK disini, harusnya melihat pekerjaan yang dilaksanakan dari pihak ketiga. Jangan hanya menerima saja. Jadinya seperti ini,” timpal anggota dewan lainnya, M. Nasir bertanya ke pihak PPK.

Namun, dari pengecekan delapan ruangan yang dilakukan renovasi ada beberapa ruangan juga memenuhi spesifikasi. Ruangan IGD, PCR dianggap bagus dalam renovasi yang dilaksanakan.

“Ada juga yang bagus,” tegas Nasir.

Tismon Sugiarto usai sidak menjelaskan kepada awak media apa yang dilakukan Komisi IV ini sebagai upaya dalam pengawasan agar pelaksanaan renovasi tidak melenceng dari spesifikasi.

“Melihat langsung dan ada juga saran yang kami berikan. Selain itu, ada beberapa pertanyaan yang kami ajukan, terkait alokasi dalam renovasi yang dilakukan. Kami juga akan mempelajari terkait renovasi yang dilakukan. Kalau renovasi seperti ini, lebih baik bangun gedung baru,” katanya.

Sementara, M. Nasir menuturkan, pihaknya akan melakukan pengecekan dalam penggunaan anggaran direnovasi sejumlah ruangan yang ada di RSUD Banyuasin.

Pihaknya juga akan mempertanyakan lagi, apakah benar anggaran Rp 16 miliar tersebut hanya untuk merenovasi ruangan saja. Dengan jumlah dana sebesar itu, ruangan belum bisa digunakan sama sekali.

“Apakah hanya ruangan saja, jadi bila ada pasien yang datang tidak bisa ditangani dan hanya ditidurkan di lantai. Makanya ini jadi perhatian kami, bagaimana bisa memberikan pelayanan bila fasilitasnya tidak ada,” tambah dia.

Lanjut Nasir, semestinya dengan anggaran yang besar mencapai Rp 16 miliar ini, kualitas pastinya sangat baik. Ada tiga (3) paket seperti ruang PCR, IGD, dan ruangan isolasi.

”Setelah kami cek, cuma ada ruangannya saja, sedangkan fasilitasnya tidak ada sama sekali. Makanya, nanti kami dari Komisi IV DPRD Banyuasin akan mempertanyakan apakah benar anggaran Rp 16 miliar tersebut hanya untuk merenovasi ruangan saja, karena kami lihat fasilitas lainnya tidak ada,” tegas Nasir.

Kabag TU RSUD Banyuasin, Kailani menuturkan, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pihak ketiga terkait adanya kekurangan pengerjaan yang dicek anggota dewan tersebut.

“Ada anggaran perbaikan,” singkat dia. (Ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here