Beranda Musirawas Paripurna DPRD Dalam Rangka HUT Mura ke-78 Berlangsung Khidmat

Paripurna DPRD Dalam Rangka HUT Mura ke-78 Berlangsung Khidmat

25
0
BERBAGI

Musi Rawas, Beritakajang.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Rawas ke-78 tahun, di ruang paripurna DPRD Mura, Selasa (20/4) sekitar pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru bersama ketua TP PKK Sumsel, Hj Febrita Lustiana Herman Deru, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe, Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H Devi Suhartoni, Ketua DPRD Lubuklinggau H Rodi Wijaya, Kapolres Mura AKBP Efrannedy, Dandim 0406/MLM, Letkol Inf Erwinsyah Taupan serta para tamu undangan peserta rapat paripurna.

Selain menghadiri rapat paripurna, orang nomor satu di Provinsi Sumsel, juga melantik sekaligus mengkukuhkan Bupati Mura, Hj Ratna Machmud sebagai Bunda Paud Kabupaten Mura.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan bahwa Kabupaten Mura sangat luar biasa, karena walaupun sudah melakukan pemekaran dan tentu saja penghasilan berkurang dan kotanya pun baru berpindah di Kecamatan Muara Beliti, namun tetap maju dan berkembang.

“Kabupaten Mura ini pertama kalinya di Sumsel yang dipimpin oleh Dua Srikandi serta Ketua TP-PKKnya siap dan ikhlas membantu pembangunan Mura, namun harus tetap kompak,” kata Herman Deru.

Gubernur menjelaskan, Mura merupakan daerah yang banyak transmigrasi dengan diwarisi jalan, blok, dan SP, tentunya banyak jalan yang tidak punya status, kadang kalah masyarakat bertanya kepada bupati kondisi jalan yang rusak butuh perhatian dari pemerintah daerah, namun hal tersebut dijadikan motivasi untuk melakukan perbaikan.

Melakui 9 program yang diluncurkan memang sangat MANTAB, namun tetap harus diperhitungkan saat awal, salah satu contoh kematian harus melihat data kematian dan kelahiran wilayah. “Namun, kembali lagi apabila dilakukan secara bersama-sama, hal tersebut akan bisa terlaksana,” ucapnya.

Selanjutnya, Gubernur memaparkan, ditahun ini akan dibangun Pasar B Srikaton melalui pengajuan Bupati, selain itu pembangunan RSUD Muara Beliti pada tahun ini.

“Ini merupakan salah satu kado dan perhatian terhadap Kabupaten Mura, sebab Mura ini memang butuh perhatian lebih dari daerah lain. Hanya, saja kembali lagi, Pemda Mura harus bersinergi saling bekerjasama dengan intansi, walaupun saat ini masih dalam masa Covid 19, tentunya mengalami kendala dalam menjalankan roda pemerintahan, tetapi kita bisa melakukan pencegahan dengan melaksanakan protokol kesehatan,” ucap Gubernur.

Gubernur menambahkan, kepada pemerintah daerah tetap melakukan pemantaun harga dipasar, walaupun saat ini masih stabil ditakutkan akan ada kenaikan harga yang melambung tinggi. “Kemudian, kepada Dinas Perkebunan Mura kiranya untuk bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, agar bisa melakukan perbaikan harga karet dan sawit,” ujarnya.

Senada disampaikan, Ketua DPRD Kabupaten Mura, Azandri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sumsel untuk mengikuti rapat paripurna. “Saya mewakili masyarakat Kabupaten Mura, selamat datang dan masyarakat sangat bangga kedatangan Gubernur Sumsel,” kata Azandri.

Ketua DPRD Mura mengatakan rapat paripurna tahun ini mengusung tema, “Mewujudkan Mura Maju, Mandiri dan Bermartabat (MANTAB)”.

Kabupaten Mura, seiring berkembangnya jaman, Mura telah melahirkan dua wilayah yakni Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Tentunya banyak mengalami perubahan dan pemekaran salah satunya pusat kota berubah yang awalnya di Kota Lubuklinggau kini berpindah di Kecamatan Muara Beliti.

“Oleh, karena itu di hari jadi Kabupaten Mura, mari bersama-sama terus melakukan pembangunan dan peningkatan hingga mencapai keberhasilan baik fisik maupun nonfisik, guna mewujudkan Mura MANTAB” tutur Azandri.

Sementara, Bupati Mura, Hj Ratna Machmud dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada DPRD Mura, telah menyediakan tempat hingga terselenggara kegiatan ini. “Dengan, bertepatan dengan HUT Kabupaten Mura Ke-78, saya menjadikan momentum ini untuk mewujudkan Mura MANTAB,” kata Hj Ratna sapaanya.

Bupati menjelaskan, peringatan Hari Jadi Mura ini merupakan agenda rutin dilakukan setiap tahunnya, hanya saja mari kita perhatikan jangan dijadikan kegiatan seremonial saja, namun terus melakukan perbaikan dan terus berkarya. Kemudian, untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat maka walikota, bupati baik Lubuklinggau dan Muratara agarnya untuk saling membahu sehingga pembangunan bisa terwujud.

“Kalau dilihat dari usia yang telah menginjak ke 78, bahwa Mura saat ini sudah banyak perubahan dan berkembang, namun walaupun demikian masih ada yang membutuh setuhan pemerintahan salah satunya angka pendidikan saat ini masih banyak belum selesai, dibidang jalan masih banyak yang butuh perbaikan dan lain-lain,” ujar Bupati.

Oleh sebab itu, sambung Bupati, dirumuskan konsep pembangunan selama lima tahun kedepan dengan visi terwujudnya Mura MANTAB, untuk mencapai visi tersebut ada empat misi yang akan dilaksanakan.

“Diantaranya, pertama mewujudkan birokrasi yang profesional berbasis teknologi informasi, kedua membangun sumberdaya manusia yang berkualitas, ketiga, pemerataan infrastruktur berwawasan lingkungan dan keempat memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial,” papar suami Ketua TP PKK Kabupaten Mura, H Riza Novianto Gustam ini.

Kembali, Bupati memaparkan, selanjutnya ada prioritas pembangunan selama lima tahun kedepan dengan sembilan prioritas pembangunan, pertama pendidikan gratis dilengkapi dengan fasilitas seragam sekolah.

Kedua, kesehatan gratis dilengkapi dengan unit ambulan tiap desa, ketiga peningkatan kualitas SDM dengan pemberian beasiswa bagi yang berprestasi, keempat mengembangkan pondok pesantren dan pondok tahfidz melalui pemberian bantuan keuangan.

Kelima, peningkatan infrastruktural dasar, keenam revitalisasi pertanian untuk mengembalikan mura sebagai lumbung pangan, keenam stimulus pengembangan UMKM, ketujuh layanan birokrasi berbasis teknologi dan terakhir bantuan amal kematian.

“Program ini tidak bisa dilakukan sendiri, namun butuh bantuan intansi terkait serta dari Provinsi Sumsel, maka dari itu bantuan sangat kami harapkan,” tutup Srikandi Musi Rawas ini. (Dep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here