Lahat, Beritakajang.com – Limbah batubara yang diduga milik PT Kalog mencemari sawah milik Adi Poltak (42), warga Tanjung Jambu, Kabupaten Lahat.
Adi menjelaskan, sawahnya yang berada di Desa Muara Lawai terancam gagal panen, karena air sawah terkena limbah batubara yang diduga milik PT Kalog.
”Sudah puluhan tahun kami disini, baru kali ini sawah kami dipenuhi air limbah batubara. Kami berharap PT.Kalog bertanggung jawab atas kerugian ini,” ujar Adi, Sabtu [9/1].
Dengan nada kesal, dijelaskan Adi, padi yang mereka tanam saat ini sudah keriting, dan akan gagal panen.
“Apabila tidak ada respon dari pihak PT Kalog, kami akan kirim surat ke Dinas DLH Kabupaten Lahat,” tegasnya.
Sementara itu, Kades Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, Johan Rapani (50) mengatakan, dia belum mnegetahui persis kejadian ini, karena memang belum ada laporan dari masyarakat. Namun, dia berjanji akan mendalami lagi pesoalan ini.
Masih kata Johan, jika ternyata benar, PT Kalog harus bertanggung jawab dan memperbaiki serta menormalkan kembali persawahan warga sesuai spesifikasi sebelumnya. “Selain itu perusahaan tersebut wajib memberikan kompensasi terhadap warga yang terkena dampak limbah tersebut,” tegasnya.
Awak media kemudian mendatangi Kepala Unit PT Kalog Siway 1 Merapi Timur Lahat, Sumsel Adhi (45) untuk kofirmasi terhadap persoalan tersebut. Namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.
Salah satu karyawan PT Kalog, Rizki (35), juga tidak bersedia memberikan komentar. ”Ini bukan wewenang saya,” kilah Rizki, Sabtu (9/1). (Tim)