Beranda HL Warga Tapus Belum Dipastikan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas Segera Lakukan Contact Tracking

Warga Tapus Belum Dipastikan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas Segera Lakukan Contact Tracking

294
0
BERBAGI

Kayuagung, Beritakajang.com  – Terkait adanya kabar yang beredar bahwa terdapat salah satu warga Desa Tapus Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diduga meninggal dunia akibat corona virus disease 2019 (Covid-19). Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Iwan Setiawan menegaskan, kalau hal itu tak bisa dikatakan meninggal dunia akibat Covid-19, sebab tak dilengkapi dengan hasil pemeriksaan laboratarium.

Pernyataan itu disampaikannya melalui conference pers virtual dengan sejumlah awak media, Sabtu (25/4/2020) pukul 17.00 Wib. Kendati ia tak menampik adanya warga Desa Tapus yang meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

“Warga itu adalah AZ (40) asal Dusun II Desa Tapus Kecamatan Pampangan OKI yang pada Selasa (21/4/2020) lalu mengalami kejang-kejang (mirip orang kesurupan -red). Dan langsung dibawa berobat ke RS Muhamadiyah Palembang,” ungkap Iwan.

Warga Desa Tapus ini dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dengan gejala hemifarase dan hypertensi. Kata Iwan Lagi, namun setelah dirawat, pada Jumat (24/4/2020), warga itu dinyatakan meninggal dunia. Dan atas anjuran pihak RS Muhammadiyah dimakamkan di tempat khusus.

“Karena disarankan demikian, pihak keluarganya menurut saja. Namun belum bisa dipastikan positif karena sampai saat ini belum ada hasil pemeriksaan sampel swab yang diterima,” terang Iwan seraya menambahkan, orang tersebut diketahui tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota.

Selain itu, warga Tapus ini juga tidak pernah ditetapkan sebagai ODP maupun PDP. Meski demikian, jelas Iwan, pihaknya akan tetap melakukan langkah antisipasi dengan melaksanakan contact tracking terhadap masyarakat yang pernah kontak langsung dengan warga tersebut di Desa Tapus.

“Besok (Ahad) pagi, kita tetap lakukan contact tracking kepada warga yang kontak langsung dengan orang tersebut,” jelas Iwan. (Ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here