Beranda HL Covid-19 Merebak, Pedagang di Pasar Kayuagung Merugi

Covid-19 Merebak, Pedagang di Pasar Kayuagung Merugi

781
0
BERBAGI

Kayuagung, Beritakajang.com – Sejak merebaknya wabahnya virus Covid-19 hingga ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) beberapa minggu terakhir, membuat para pedagang yang berjualan di Pasar Shopping Center Kayuagung dan sekitarnya mengalami penurunan penghasilan, bahkan sampai mengalami kerugian.

Hal ini disebabkan adanya penurunan jumlah pembeli yang datang untuk melakukan transaksi ke para pedagang yang ada di Pasar Shopping Center Kayuagung dan sekitarnya.

Penurunan tersebut diduga akibat dari kekhawatiran sejumlah pembeli yang takut akan penyebaran virus Covid-19. Selain itu, imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing dan work from home juga menjadi salah satu penyebab pembeli enggan pergi ke pasar.

Pembeli lebih cenderung melakukan transaksi secara online. Karena disamping hemat waktu, belanja online juga bisa dilakukan dari rumah, tanpa harus bersusah payah dan berdesak-desakan seperti saat berbelanja di pasar konvensional.

Akibatnya, sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi yang terjadi saat ini. Salah satunya yakni Rohyana. Wanita paruh baya yang baru kehilangan suaminya akibat kecelakaan ini, mengeluhkan penghasilannya yang jauh merosot hingga hampir mengalami kerugian.

Warga asli Kayuagung yang sehari-hari berjualan sayuran di Lorong Kabul ini merasa sangat dirugikan dengan adanya imbauan pemerintah terkait menjaga jarak serta mengurangi aktifitas masyarakat di luar rumah. Menurutnya, hal itu berdampak sangat signifikan terhadap barang dagangannya.

“Agak kurang dek, sepi dek pembeli, sepi nian dek. Biasanya sampe tiga, empat karung habis, tapi sekarang banyak barang dagangan yang bersisa. Kadang kami mau menangis melihat keadaan ini. Apalagi saat ini saya hanya sendiri menafkahi keluarga saya. Baru satu tahun saya ditinggalkan suami akibat kecelakaan,” ucapnya lirih sembari melayani pembeli.

Rohyana berharap situasi ini cepat berlalu, dan kepada pemerintah ia memohon agar diberikan bantuan modal demi dapat bertahan dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini.

“Cuma ini (jualan sayuran) pak yang saya bisa lakukan. Saya mohon kepada pemerintah bantuan untuk modal, agar saya bisa tetap berjualan,” harapnya.

Hal yang sama juga dirasakan Asmawati, seorang pedagang ikan di pasar basah yang terletak persis disamping Shopping Center. Ibu dari tiga anak ini mengeluhkan sepinya para pembeli yang menurutnya disebabkan mewabahnya virus Covid-19 (corona) yang belakangan sudah merambah ke Kabupaten OKI.

Senada dengan yang dikatakan Rohyana, menurutnya dengan adanya imbauan pemerintah untuk menjaga jarak dan tetap berada di rumah membuat hampir sebagian masyarakat, khususnya di Kota Kayuagung, membatasi intensitas interaksi di luar rumah.

“Dampaknya sangat terasa sekali pak. Pengunjung yang sebelumnya ramai memadati lokasi pasar kalangan, kini seolah takut untuk keluar berbelanja. Akibatnya kami para pedagang mengalami penurunan omzet. Yang tadinya keuntungan bisa mencapai Rp60 ribu, namun sekarang untuk dapat Rp40 ribu saja susah,” keluhnya.

Begitu juga Toni, warga Kelurahan Jua-jua yang sehari-hari menjaga parkir pasar. Menurutnya, apabila kondisi tetap seperti ini akan membuatnya semakin terpuruk. Toni mengungkapkan, tempat parkiran yang tadinya menghasilkan kurang lebih Rp400 ribu, sejak adanya wabah virus corona ini pendapatnya jauh merosot hingga mencapai 50 persen.

“Biasanya dapat Rp400 ribu, sekarang cuma Rp200 ribu – Rp250 ribu pak. Ini pas hari pasar kalangan, apalagi hari-hari biasa, jauh sekali turunnya pak,” bebernya.

Toni menyadari situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Untuk memperkecil penularan wabah ini, Toni meminta kepada pihak terkait untuk dapat memberikan bantuan masker kepada seluruh pedagang pasar. Ia mengaku saat ini masyarakat dan para pedagang membutuhkan masker untuk mencegah tertular virus corona.

“Sekarang barang itu sudah sangat langka pak. Hampir dipastikan setiap apotek yang ada di Kayuagung tidak ada stok masker yang tersedia. Kami minta pak, tolong disampaikan kepada pemerintah untuk segera membagikan masker, biar kami tidak tertular,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI, H Sudiyanto Djakfar saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (4/4/2020), mengatakan turunnya jumlah pembeli lebih dipengaruhi oleh merebaknya wabah virus corona.

Sedangkan untuk tingkat daya beli masyarakat, Sudiyanto mengaku masih dalam kategori normal. Karena menurutnya, ketersediaan stok bahan pokok membuat harga masih terkondisi stabil, kecuali harga gula.

“Saat ini stok bahan pokok masih relatif aman. Kita upayakan tidak ada kelangkaan bahan pokok yang berdampak pada stabilitas harga. Dan sudah kita sampaikan kepada para agen bahan pokok agar jangan ada penimbunan. Insya Allah aman. Stabilitas harga dan stok bahan pokok sangat kita jaga, apalagi akan memasuki bulan Ramadhan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan untuk mengurangi dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pedagang yang disebabkan turunnya jumlah pembeli. Pihaknya berupaya untuk terus mensterilisasi pasar guna mencegah penyebaran virus tersebut dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Dengan begitu, masyarakat akan merasa aman dan nyaman saat berada di lokasi pasar.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga akan menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer bagi para pembeli dan pedagang Pasar Shopping Center Kayuagung dan sekitarnya.

“Kita tak henti-hentinya mengimbau kepada para pembeli agar jangan berlama-lama berada di pasar. Belanjalah sesuai kebutuhan saja. Dan sebelum ke pasar sebaiknya dicatat dulu apa saja yang mau dibeli. Ini untuk mengurangi interaksi antara para pedagang dan pembeli, sehingga secara tidak langsung dapat memutus mata rantai penyebaran virus ini,” tandasnya. (Ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here