Beranda HL Bersama Pemuka Agama Bupati OKI Serukan Umat Beribadah di Rumah

Bersama Pemuka Agama Bupati OKI Serukan Umat Beribadah di Rumah

280
0
BERBAGI

Kayuagung, Beritakajang.com – Bupati Ogan Komering (OKI) H. Iskandar, SE bersama ulama dan pemuka agama di OKI menyerukan umat untuk membatasi kegiatan sosial keagamaan yang menyebabkan berkumpulnya kerumunan massa.

Melalui surat imbauan yang ditandatangani oleh bupati bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, Majlis Ulama Indonesia, Nahdatul Ulama, Komisi Fatwa MUI, Dewan Masjid, dan Muhammadiyah Ogan Komering itu, Iskandar mengajak untuk menghentikan sementara kegiatan majlis taklim rutin seperti tahlilan, yasinan, tibaan termasuk sholat Jumat yang diganti dengan sholat Zuhur di rumah, serta sholat fardhu dan sunat lainnya juga diimbau dikerjakan di rumah.

Pada rapat terbatas bersama Forkopimda, Pemuka agama dan OPD pada Senin (30/3/2020) kemarin, Iskandar mengaku berat untuk mengeluarkan kebijakan terkait peribadatan itu.

“Sungguh dalam kondisi seperti ini saya merasa berat megeluarkan keputusan yang mengatur soal peribadatan, namun untuk mencegah kemudhorotan harus sama-sama kita sepakati saya minta pertimbangan dari para alim ulama,” ungkap Iskandar.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKI, Ahmad Syukri, meyakinkan bahwa menjaga keselamatan jemaah lebih utama dari pada ibadah itu sendiri.

“Kita bukan menentang perintah Allah. Benar berjamaah itu adalah perintah Allah, tetapi menjaga keselamatan itu wajib,” ujar dia.

“Bukan masalah takdir, takdir pasti akan terjadi. Tetapi kalau takdir kemudian kita berkhitiar menjauhi masih terkena, Insya Allah kita syahid. Namun kalo takdir, kemudian kita tidak ada ikthiar sama sekali menjauhi itu, sama saja mati konyol,” tambah Kakan Kemenag.

Ketua Nahdatul Ulama Kabupaten OKI, KH. Anwar Shodiq berpendapat, umat NU sangat gemar berkumpul, beribadah bersama seperti tahlilan, wiridan serta ritual lainnya. “Namun dalam kondisi seperti ini, NU manut mengikuti fatwa pengurus pusat dan kebijakan pemerintah,” tambahnya.

Demikian dengan Ormas Islam Muhammadiyah yang juga mendukung imbauan beribadah di rumah.

“Allah menghendaki kita menyelamatkan diri. Wallatulku biadikum wirahtulukan. Janganlah kalian menjatuhkan diri dalam kebinasaan. Kondisi kita di OKI harus dimulai sedini mungkin kita tutup, mencegah untuk penyebarannya,” ujar Pimpinan Muhammadyah OKI, Firmansyah.

Atas masukan dan pertimbangan pemuka agama tersebut, Bupati Iskandar yakin dan mengimbau kepada para takmir masjid untuk mensosialisasikan serta memberi pemahaman kepada masyarakat soal keadaan yang tidak biasa ini.

Iskandar meminta untuk tetap mengumandangkan azan di masjid dan musholah, sebagai tanda masuk waktu sholat, memutar audio pengajian dan ceramah agama sebelum sholat Magrib dan Subuh, seraya mengajak untuk memperbanyak doa agar masyarakat OKI terhindar dari segala marabahaya. (Ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here