PALEMBANG, Beritakajang.com – Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Sumatera Selatan menggelar audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Provinsi Sumatera Selatan, Rabu, (29/4/2026).
Audiensi yang berlangsung di Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Provinsi Sumatera Selatan ini membahas sejumlah program kerja IWO Sumsel tahun 2026, sekaligus memperkuat sinergi antara insan pers dengan jajaran Imigrasi Sumsel.
Ketua PW IWO Sumatera Selatan, Rainaldy Stanza, dalam pertemuan tersebut memaparkan tiga program kerja unggulan IWO Sumsel 2026 yang akan segera direalisasikan.
“Kami datang bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan program kerja IWO Sumsel 2026. Ada tiga agenda besar yakni Pelatihan Jurnalistik untuk wartawan muda, Seminar Lingkungan Hidup, serta Program ‘Rama Bermedia Sosial’ untuk literasi digital masyarakat,” ujar Rainaldy Stanza.
*Tiga Program Kerja IWO Sumsel 2026 yang Dibahas:*
1. *Pelatihan Jurnalistik*
Program ini menyasar wartawan online anggota IWO se-Sumsel, khususnya di daerah. Materi meliputi kode etik jurnalistik, teknik penulisan berita digital, cek fakta, hingga peliputan isu imigrasi dan lintas negara. “Kami berharap Imigrasi Sumsel bisa menjadi narasumber terkait pemberitaan keimigrasian agar wartawan lebih paham aturan dan tidak keliru menulis,” kata Rainaldy Stanza yang akrab disapa Ronald.
2. *Seminar Lingkungan Hidup*
IWO Sumsel akan menggelar seminar yang melibatkan akademisi, DLH, KLHK, dan instansi vertikal. Tujuannya mendorong peran pers dalam kampanye isu lingkungan, perubahan iklim, dan pengawasan terhadap industri ekstraktif. “Imigrasi juga punya peran, misalnya pengawasan orang asing di sektor tambang dan perkebunan. Ini bisa kita kolaborasikan,” tambahnya.
3. *Rama Bermedia Sosial*
Merupakan akronim dari “Ramah, Aman, Bijak Bermedia Sosial”. Program ini berupa roadshow ke sekolah dan kampus di Sumsel untuk edukasi literasi digital, cegah hoaks, ujaran kebencian, dan penyalahgunaan data pribadi. “Kami ingin Imigrasi Sumsel ikut mengisi materi terkait bahaya TPPO dan penyalahgunaan paspor di media sosial,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Ditjen Imigrasi Provinsi Sumatera Selatan, Fanny, menyambut baik audiensi dan program kerja IWO Sumsel 2026.
“Kami apresiasi IWO Sumsel yang aktif dan punya program konkret. Isu imigrasi memang butuh dukungan pers agar masyarakat paham. Soal TPPO, paspor, izin tinggal orang asing, itu sering jadi berita tapi kadang belum tepat. Dengan adanya Pelatihan Jurnalistik ini, kita bisa samakan persepsi,” ujar Fanny.
Fanny juga menyatakan siap mendukung Seminar Lingkungan Hidup dan Program Rama Bermedia Sosial. Menurutnya, Imigrasi punya data dan pengalaman lapangan terkait WNA di sektor perkebunan, pertambangan, dan industri di Sumsel yang bisa menjadi bahan edukasi.
“Untuk Rama Bermedia Sosial, kami siap turun langsung ke sekolah. Banyak kasus WNI jadi korban TPPO karena tergiur info lowongan kerja di medsos. Ini harus kita cegah bersama,” tegasnya.
Audiensi diakhiri dengan poto bersama Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumsel.(ron)
































