Beranda HL Ditengah Kebijakan Efisiensi Anggaran, Bupati Muratara Tegaskan Para Guru Di Wilayah Terpencil...

Ditengah Kebijakan Efisiensi Anggaran, Bupati Muratara Tegaskan Para Guru Di Wilayah Terpencil Tetap Terima Insentif Perbulan

12
0
BERBAGI

MURATARA, Beritakajang.com – Di tengah kebijakan efisiensi dan penghematan anggaran yang tengah berjalan, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tetap memprioritaskan kesejahteraan tenaga pendidik.

Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni, menegaskan bahwa para guru yang bertugas di wilayah terpencil tetap akan menerima tambahan insentif bulanan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi nyata atas dedikasi para guru yang mengabdi di lokasi-lokasi dengan akses sulit.

Kebijakan penambahan insentif ini menyasar guru-guru di 29 SD dan SMP yang tersebar di wilayah jauh dan terpencil, di antaranya yakni Sungai Cinau, Ulu Rawas, Translok Pauh & Batu Kucing. Kemudian BM Dua Arah, Rompok Sungai Gulo, Rantau Kadam & Sungai Jambu Lubuk Kumbung, Transos Nibung, serta Jadi Mulia Ridan.

“Tanpa guru, hidup kita akan gelap. Kami berterima kasih sedalam-dalamnya kepada para guru. Ini adalah kebijakan kami di Kabupaten Muratara agar mereka tetap semangat mengajar dengan kualitas yang baik,” ujar Bupati Devi Suhartoni.

Selain kesejahteraan guru, Bupati juga memastikan bahwa akses pendidikan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama melalui program-program berikut:

Sekolah Gratis: Seluruh sekolah di bawah naungan Pemkab Muratara tidak dipungut biaya.

Bantuan Perlengkapan: Pemberian baju dan tas sekolah gratis khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Evaluasi Biaya PAUD/TK: Terkait biaya seragam di tingkat PAUD dan TK, Bupati berencana melakukan peninjauan (review) agar tidak memberatkan orang tua jika anggaran mencukupi di masa mendatang.

Instruksi Tegas: Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

Bupati Devi Suhartoni, bersama Wakil Bupati Junius Wahyudi, menekankan visinya tentang keadilan sosial di desa-desa. Beliau telah menginstruksikan Camat, Lurah, Kades, hingga Ketua RT untuk berkoordinasi secara ketat.

“Di desa tidak boleh ada anak miskin yang tidak sekolah, tidak boleh ada warga sakit yang tidak berobat, dan tidak boleh ada yang kelaparan,” tegasnya.

Inovasi Sekolah: Mengaji Pagi dan Ketahanan Pangan. Ke depan, Pemkab Muratara juga mendorong sekolah-sekolah untuk lebih inovatif melalui Program Mengaji Pagi melanjutkan tradisi religius sebelum memulai pelajaran.

Penghijauan & Ketahanan Pangan: Sekolah didorong untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai, terung, dan sayuran lainnya demi menciptakan lingkungan sekolah yang mandiri dan asri.

“Salam hormat untuk seluruh bapak dan ibu guru. Tetap semangat mengabdi untuk masa depan anak-anak Muratara yang lebih berkualitas,” tutupnya.(Hkm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here