OKU TIMUR, Beritakajang.com – Stadion Tebat Sari Martapura, stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, menjadi sorotan publik saat pelaksanaan Festival Usia Dini Bupati Cup OKU Timur. Genangan air tampak jelas di pinggir lapangan sepak bola setiap kali hujan, hal ini memicu keluhan dan sindiran dari penonton. Minggu, (1/2/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan, air menggenang di sisi lapangan hingga menyerupai kubangan. Anak-anak peserta festival terlihat harus melintas di dekat genangan tersebut, sementara pertandingan tetap berjalan sebagaimana jadwal.
“Kalau begini, bukan cuma nonton bola, bisa langsung berenang,” celetuk seorang penonton, menyindir kondisi lapangan yang dinilai kurang layak untuk event resmi daerah, terlebih melibatkan peserta usia dini.
Sorotan publik kian menguat mengingat Stadion Tebat Sari merupakan fasilitas olahraga utama daerah. Warga dan orang tua peserta menilai, genangan air di pinggir lapangan mencerminkan lemahnya perawatan stadion, khususnya pada sistem drainase yang seharusnya menjadi perhatian utama pengelola.
Ironisnya, di tengah persoalan genangan lapangan yang belum tertangani, justru muncul wacana penertiban pedagang UMKM di sekitar kawasan stadion. Sejumlah pedagang mengaku mendapat imbauan untuk membongkar lapak dengan alasan merusak pemandangan dan estetika stadion.
“Katanya dari Kadispora, UMKM ini merusak pemandangan,” ujar salah satu pedagang, menirukan pernyataan yang disampaikan kepada mereka. Meski demikian, para pedagang menegaskan bahwa hingga kini belum ada pembongkaran, dan hal tersebut masih sebatas wacana.
Wacana tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., yang akrab disapa Bupati Enos, selama ini dikenal memiliki komitmen kuat dalam memajukan UMKM. Salah satu visi utamanya adalah mendorong pelaku UMKM agar “naik kelas”, mandiri, dan berdaya saing.
Masyarakat menilai, semangat tersebut seharusnya tercermin pula dalam kebijakan di lapangan, termasuk pada pelaksanaan event daerah yang justru menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM kecil. Alih-alih sekadar menata estetika, publik berharap pengelolaan stadion lebih mengedepankan fungsi, keselamatan, dan keberpihakan terhadap ekonomi rakyat.
Masyarakat serta klub-klub yang berlaga pun mendesak pihak pengelola Stadion Tebat Sari dan Disporapar OKU Timur untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pembenahan drainase lapangan.
Mereka berharap stadion kebanggaan daerah benar-benar layak digunakan dan sejalan dengan komitmen kepala daerah dalam mendukung olahraga serta UMKM. (®)
































