OKU TIMUR, Beritakajang.com – Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan (FKOPK) Kabupaten OKU Timur kembali menunjukkan kepedulian di tengah bencana banjir yang melanda wilayah Belitang, Minggu (11/1/2026).
Setelah sebelumnya menggelar pengobatan gratis, FKOPK menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 410 paket sembako kepada warga terdampak di Kecamatan Belitang II dan Belitang Mulya.
Bantuan tersebut disalurkan kepada warga Desa Raman Jaya, Keli Rejo, dan Batu Mas di Kecamatan Belitang II, serta Desa Ulak Buntar di Kecamatan Belitang Mulya, melibatkan gabungan organisasi profesi kesehatan seperti IDI, PPNI, IAI, PAFI, PERSAGI, HAKLI, PTGMI, dan relawan kesehatan lainnya.
Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, ST., MT., MM yang sebelumnya meninjau langsung lokasi banjir menegaskan bahwa kepedulian harus hadir tanpa sekat perbedaan.
“Kita berharap bantuan ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana, dan menjadi jalan keberkahan bagi semua pihak yang ikut memberi hati dan tenaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
“Di saat mereka sedang susah, kita hadir untuk menguatkan dan menyemangati, khususnya bagi warga terdampak banjir,” tegasnya.
Ketua FKOPK OKU Timur Aprizal, SKM., MM memimpin langsung penyaluran bantuan bersama para ketua organisasi profesi kesehatan. Kehadiran tim relawan disambut haru oleh warga di lokasi.
Kepala Desa Keli Rejo, Hermansyah, didampingi Lurah Pasar Martapura Joni Apion, SE, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada para donatur, tim relawan, instansi terkait, TNI-Polri, dan seluruh masyarakat yang telah membantu. Semoga ini menjadi ladang amal bagi kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Totorejo Popy Sandra, SKM., M.Kes melalui perwakilan dokter menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas profesi.
“Keberagaman kita adalah kekuatan. Bersama, kita bisa saling menguatkan di saat suka maupun duka,” ujarnya.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian masih hidup, menguatkan warga Belitang di tengah bencana banjir. (®)
































