Kayuagung, Beritakajang.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir [Pemkab OKI] sukses menekan angka kasus stunting dari tahun ke tahun. Dalam tiga tahun terakhir terjadi penurunan yang sangat signifikan.
“Kita mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam upaya penurunan kasus stunting. Berkat kerja keras kita semua, angka stunting di Kabupaten OKI yang pada tahun 2018 adalah 30,6%, turun menjadi 11,08% di tahun 2019. Dan kembali turun menjadi 8,44% di tahun 2020,” ujar Wakil Bupati OKI H.M. Dja’far Shodiq saat acara pemberian penghargaan terhadap penilaian kinerja kabupaten/kota lokus stunting tahun 2020, di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (9/11).
Atas capaian tersebut, Pemkab OKI meraih penghargaan atas upayanya dalam pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi pada tahun 2020 oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Ir. SA Supriono, MM kepada Wakil Bupati Ogan Komering Ilir H. M. Dja’far Shodiq.
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pemprov agar kabupaten/kota di Sumsel semakin meningkatkan kinerjanya dalam penanganan kasus stunting.
“Kami berterimakasih dan mengapresiasi upaya kabupaten/kota yang telah berpartisipasi aktif dalam 8 aksi konvergensi penurunan kasus stunting. Kami mengharapkan agar ke depan kabupaten/kota di Sumsel semakin meningkatkan kinerja, agar percepatan penurunan kasus stunting di Sumatera Selatan dapat terwujud,” ujar Supriono dalam sambutannya.
Supriono juga menjelaskan bahwa penanganan kasus stunting ini adalah masalah yang serius.
“Permasalahan kasus stunting ini adalah permasalahan multi dimensi, penanganannya pun harus dilakukan melalui pendekatan multi sektor. Untuk itu saya mengajak semua pihak terkait agar semakin meningkatkan sinergitas dalam hal ini,” pungkasnya.
“PKK sebagai mitra pemerintah yang memiliki program kerja di bidang kesehatan akan terus memberikan kontribusi nyata untuk membantu mewujudkan penurunan kasus stunting, khususnya di OKI. PKK akan terus menggerakkan seluruh kader hingga tingkat desa untuk mengedukasi dan membantu masyarakat terutama ibu hamil, menyusui dan balita agar mendapatkan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan kasus stunting,” tegas Lindasari. [Ron]