Beranda Palembang Peringati Hari Pahlawan, Ramlan Holdan Awali Diskusi Mengenang Jejak Kepahlawanan SMB II...

Peringati Hari Pahlawan, Ramlan Holdan Awali Diskusi Mengenang Jejak Kepahlawanan SMB II Palembang

357
0
BERBAGI
Ketua DPW PKB Provinsi Sumsel H. Ramlan Holdan didampingi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV serta Sultan Raden Muhammad Fauwaz Diradja SH M.Kn. [Sumber Foto Beritakajang.com/Daud]

Palembang, Beritakajang.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Ramlan Holdan, awali diskusi mengenang jejak kepahlawanan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Dari diskusi ini, ada dua hal yang bisa petik. Yang pertama adalah nilai-nilai yang dipesankan oleh SMB II tentang perjuangan. Dan yang kedua adalah nilai-nilai dalam bentuk fisik, mulai dari SMB I sampai ke SMB II. Bentuk fisik ini masih tetap dijaga. Bahkan bentuk fisik tersebut bagian dari perjuangan SMB II dalam melawan penjajah.

“Seperti membuat Benteng Kuto Besak (BKB) ini tidaklah mudah, perlu waktu, biaya, dan tenaga. Ini artinya salah satu bentuk keberanian dari SMB I yang diteruskan oleh SMB II. Untuk itulah, BKB ini harus kita jaga dan dikenang kembali, karena merupakan bagian dari hasil budaya,” ujar Ramlan.

“Untuk itu, BKB ini akan kita jadikan cagar budaya. Hal inilah yang harus kita kupas bersama,” kata dia, Ahad (7/11), di cafe Rajo Tentro Palembang.

Ramlan menjelaskan, kedepan akan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk melakukan terobosan agar BKB ini bisa masuk dalam cagar budaya.

“Untuk itulah kami dorong kembali Pemerintah Kota Palembang agar dapat serius. Karena saya lihat disini belum adanya keseriusan pemerintah untuk menyatakan BKB sebagai cagar budaya,” jelas Ramlan kepada awak media.

Di tempat yang sama, Sultan Mahmud Badaruddin IV Sultan Raden Muhammad Fauwaz Diradja, SH M.Kn menambahkan, Alhamdulillah pada hari ini berkat inisiasi dari Pak Ramlan Holdan, bisa memperingati Hari Pahlawan.

“Kita melihat bahwa di Palembang ada yang namanya pahlawan SMB II, yang harus kita kenang dan bangkitkan jasa-jasanya,” ujar dia.

Lanjut SMB IV, namun mirisnya ternyata peninggalan-peninggalan dari Kesultanan Palembang Darrussalam yang bisa menjadi icon Kota Palembang, justru tidak bisa dijamah oleh masyarakatnya sendiri. Seperti Benteng Kuto Besak atau yang sering dikenal dengan nama BKB.

“Sehingga kita membuat diskusi mengenai tentang kepahlawanan SMB II dan juga peninggalan kesultanan, bagaimana kedepannya supaya masyarakat Kota Palembang Sumsel, juga dunia internasional bisa merasakan aura peninggalan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam itu sendiri,” terangnya.

Sultan Raden Muhammad Fauwaz Diradja menuturkan, sebagai mana yang telah diketahui benteng tersebut dibuat oleh tangan pribumi sendiri selama 60 tahun. Berperang melawan Belanda, dan juga saksi terakhir, SMB II diasingkan dari Kota Palembang.

“Untuk itu, apabila pemkot dan pemerintah provinsi (pemprov) tidak bisa mengupayakannya, mungkin kita akan kembalikan kepada pihak TNI atau dari Kementerian Pertahanan, supaya membuka aset pertahanan yang bernilai bela negara,” tuturnya.

“Sehingga kedepan kita bisa menikmatinya sebagai aset wisata, dan juga dapat meningkatkan rasa cinta tanah air kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya. [Daud]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here