Beranda Hukum & Kriminal Terkuak, Ini Motif Penganiayaan Terhadap Kakak Kandung Hingga Meninggal Dunia

Terkuak, Ini Motif Penganiayaan Terhadap Kakak Kandung Hingga Meninggal Dunia

291
0
BERBAGI
Tersangka penganiayaan kakak kandung hingga meninggal dunia saat diamankan di Mapolsek Plaju Palembang. [Sumber Foto Beritakajang.com/Andre]

Palembang, Beritakajang.com – Motif penganiayaan yang dilakukan Fauzi (50), warga Jalan Tegal Binangun Lorong Pipa 2 Kelurahan Plaju Darat Kecamatan Plaju, terhadap kakak kandungnya sendiri, yang menyebabkan M. Nur Badarudin meninggal dunia, Senin (20/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Kapolsek Plaju IPTU Novel Siswandi Kurniawan menjelaskan karena masalah sengketa lahan, hingga puncaknya penebangan pohon kelapa yang dilakukan korban.

“Sebelum kejadian, dari keterangan pelaku saat diinterogasi anggota kita, sempat terjadi cekcok mulut antara pelaku dan korban mengenai penebangan pohon kelapa,” ujarnya, Selasa (21/9), pada saat gelar press release di Mapolsek Plaju Palembang.

Tak terima mendengar perkataan adiknya yang berkata kasar, membuat keduanya ribut besar yang ditandai korban melempar sebuah kursi ke arah pelaku. Lalu dibalas pelaku melempar kursi itu kembali ke arah korban. Hingga akhirnya mengenai tubuh korban.

Sama-sama panik, kemudian pelaku mengambil sebatang bamboo untuk memukul tubuh korban, sambil mengarah ke dada korban.

Diduga mengenai dada dan paha korban, saat itu korban terjatuh dan langsung pingsan. Warga yang melihat dan hendak menolong di usir oleh pelaku Fauzi. Hanya istri korban, Romlah, yang melerai setelah sempat ditinggal pelaku. Dengan posisi korban terbaring selama 30 menit, korban pun saat hendak dibangunkan ternyata sudah meninggal dunia.

“Selain mengamankan pelaku Fauzi, anggota kita pun mengamankan barang bukti berupa sebatang bambu, dan sebilah pisau jenis bayonet,” katanya.

Atas ulahnya, pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman kurungan penjara di atas 5 tahun penjara.

Sementara itu, pelaku Fauzi mengakui perbuatan dan menyesal. “Saya sangat menyesal, karena saya tidak ada niat untuk membunuh kakak saya sendiri, walaupun kami sering cekcok mulut,” ungkapnya.

Saat itu ia pulang ke rumah, terus anaknya cerita bahwa pohon kelapa yang ditanam di tanah miliknya ditebang korban. Kemudian ia mendatangi korban dan terjadi cekcok mulut.

Lanjutnya, setelah dilempar dengan sebuah kursi, dirinya sempat mengambil sebatang bambu. “Saya sempat hendak memukul korban dengan bambu, namun ditangkisnya. Kemudian saya arahkan bambu itu ke arah paha dan dada korban. Dan akhirnya korban terjatuh pingsan, terus saya tinggalkan. Tidak tahunya korban meninggal dunia,” tutupnya. [Andre]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here