Beranda Hukum & Kriminal Usai Tenggak Miras, Agus Ibrahim Tewas Dikeroyok

Usai Tenggak Miras, Agus Ibrahim Tewas Dikeroyok

290
0
BERBAGI
Dua pelaku saat diamankan di Mapolrestabes Palembang. [Sumber Foto : Beritakajang.com/Andre]

Palembang, Beritakajang.com – Beberapa jam usai kejadian, Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang behasil meringkus dua pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban Ki Agus Ibrahim (34) tewas.

Kedua pelaku bernama Heriyanto alias Atok (40) dan Eci (39), warga Jalan Cek Syeh, Lorong Punglon, Kelurahan 18 Ilir, Kecamatan I Kota Palembang, diamankan di tempat terpisah.

Pelaku Atok diringkus tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) dua jam usai kejadian, sementara Eci ditangkap di kawasan Boom Baru Palembang, Selasa (17/8) dini hari.

Insiden berdarah ini terjadi pada Senin (16/8) sekira pukul 20.00 WIB, di Jalan Jenderal Sudirman, belakang Toko Sumber Gaya, Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor IPTU Irsan Ismail mengatakan, kedua pelaku sudah berhasil diamankan Opsnal Unit Ranmor. “Alhamdulillah kedua pelaku sudah diamankan,” kata Tri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/8).

Lanjutnya, menurut keterangan dari kedua pelaku ini, bahwa korban saat kejadian mabuk dan mengamuk bahkan mengancam.

“Diduga kedua pelaku ini kesal, sehingga melakukan pengeroyokan bersama-sama dan melakukan penusukan terhadap korban. Pelaku Atok dua kali menusuk di bagian dada, sedangkan Eci menusuk tiga kali di bagian pinggang dan perut korban. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun di perjalanan meninggal dunia,” jelas Tri.

Masih katanya, kedua pelaku sudah diamankan berikut senjata tajam jenis pisau dapur yang digunakan menusuk korban.

Uuntuk kedua pelaku diberikan tindakan tegas terukur lantaran berusaha kabur dan melawan pada saat akan ditangkap. Pelaku akan kita terapkan Pasal 170 ayat 3 KUHP karena korban meninggal dunia dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegasnya.

“Korban saat dikeroyok hanya tangan kosong, tidak ada motif dendam, tetapi spontan kesal dengan korban, karena kalau mabuk suka marah-marah, mengganggu, dan suka mengintimidasi,” tukasnya.

Sementara itu, kedua pelaku saat diwawancarai mengakui sudah melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Kami kesal karena korban ini suka mabuk, suka mengamuk-ngamuk, dan menantang. Makanya saat itu saya ambil pisau di dalam tas, saya langsung tusukkan di dada,” kata Atok.

“Kami menyesal pak sudah mengeroyok, menyebabkan korban tewas,” ungkap residivis ini. [Andre]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here