Banyuasin, Beritakajang.com – Guna meningkatkan sektor pendidikan dan pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin melakukan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (26/2), bertempat di Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin.
MoU ini merupakan kerjasama lanjutan Pemkab Banyuasin dengan IPB pada sektor pendidikan, penelitian dan pengendalian kepada masyarakat.
Dalam MoU ini sendiri dihadiri langsung oleh Bupati Banyuasin H. Askolani, SH MH, Kepala Dinas Pertanian Banyuasin, Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin, Kepala Dinas Kominfo Banyuasin, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Bappeda Litbang Banyuasin, Kepala BPS Banyuasin, BPTP Sumsel, serta Camat Suak Tapeh.
Bupati Askolani mengatakan, dengan adanya MoU ini Pemkab Banyuasin ingin mengajak IPB untuk membantu peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen padi di Kabupaten Banyuasin.
“Selain itu juga di bidang pendidikan, Insya Allah tahun 2021 ini kami ingin mengirim anak-anak untuk belajar di IPB, agar silaturahmi tidak terputus, dan dapat membawa ilmu dari IPB bisa diterapkan di Banyuasin,” kata Askolani.
“Makanya kami masih butuh pembinaan dan MoU dari IPB. Kami berharap nantinya sinergi dengan IPB ini bisa menjadikan Banyuasin jadi lumbung padi nomor 1 di Indonesia. Kita juga berharap nanti ada inspirasi baru dari pihak IPB di bidang pertanian,” harap dia.
Sementara Ketua Tim IPB Dr. Ir. Amiruddin Saleh, MS mengatakan, kita terus berupaya semaksimal mungkin agar inovasi dari IPB terus berkembang.
“Yang menjadi fokus kita saat ini adalah sentuhan teknologi sosial budaya dan pengembangan kelembangaan, disini akan dilakukan bisnis secara kolektif dengan merubah pola berpikir petani yang bergerak sendiri, namun berkelompok skala besar,” jelas dia. (Ida)