Palembang, Beritakajang.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu dari 14 Polda yang mendapatkan agenda penyuluhan penanggulangan terorisme, radikalisme, dan intoleransi dari Mabes Polri.
Kegiatan yang bertempat di Gedung Promoter Polda Sumsel ini langsung dibuka oleh Kapolda Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S, MM.
Eko menyebutkan bahwa terorisme, radikalisme dan intoleransi merupakan musuh besar bangsa Indonesia. “Kita sadar, terorisme ini bukan hanya ada diluar saja, tetapi di internal kita pun ada,” ujar Eko, Selasa (23/2).
Dalam penjelasannya, Jenderal Eko berharap, kedepannya kasus kecolongan seperti itu tidak akan terjadi lagi. Ia mengajak seluruh element terkait, khusus Bhabinkamtibmas dan Babinsa tetap semangat dalam mensosialisasikan apa yang didapat setelah penyuluhan ini.
“Saya berpesan untuk yang hadir disini, tetap mengikuti agenda ini hingga selesai,” katanya.
Kapolda menuturkan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa merupakan pekerjaan yang luar biasa. Dirinya berharap, pendekatan ke masyarakat lebih diutamakan, karena ketika masyarakat dekat dengan aparat, maka mereka lebih percaya.
“Saya tahu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa bekerja dengan tulus di masyarakat, disaat masyarakat tertidur mereka tetap bekerja, disaat masyarakat bangun mereka pun sudah bangun duluan,” tutup Kapolda Sumsel.
Sementara itu, Kasubdit Bintibsos Korbinmas Mabes Polri Kombes. Pol. Asep I Rosadi, M.PA mengatakan, agenda prioritas Polri ini merupakan persiapan untuk perang melawan terorisme, radikalisme dan intoleransi.
Asep menyebutkan, kegiatan ini dilakukan dilakukan di 14 Polda, yang disinyalir kasus tersebut rawan terjadi. Agenda ini dilakukan dua tahap, diantaranya penyuluhan dan di hari kedua adalah sambang ke pondok pesantren serta masyarakat.
“Saya harap sosialisasi dari Binmas Polri, bertujuan untuk membentuk prilaku masyarakat untuk sadar terhadap terorisme, radikalisme dan intoleransi,” ungkap Asep. [Bakrie]