Beranda HL Bupati HDS Harapkan Kepala OPD, Camat, Kades, Lurah Menjadi Duta Besar Dalam...

Bupati HDS Harapkan Kepala OPD, Camat, Kades, Lurah Menjadi Duta Besar Dalam Kebaikan Muratara

14
0
BERBAGI

MURATARA,Beritakajang.com– Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni (HDS) , menyampaikan refleksi mendalam mengenai perjalanan hidupnya dan masa depan Bumi “Beselang Serundingan”. Dalam sebuah pernyataan terbuka, pria yang lahir di Desa Belain, Kecamatan Rawas Ilir dan besar di tanah Kabupaten Muratara ini mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan transformasi mental dan sosial demi kemajuan daerah.

Bernostalgia tentang masa kecilnya, H. Devi Suhartoni menegaskan bahwa dirinya adalah bagian asli dari kehidupan Muratara masa lalu. Ia mengenyam kehidupan betalang, beumo, hingga bebiduk di sungai Rupit-Rawas yang kala itu masih liar dengan keberadaan buaya, harimau, dan beruang.

Sekembalinya dari merantau pada tahun 2006, ia mengaku merasa “ibo” (iba) dan terhina melihat kondisi infrastruktur jalan, listrik, dan sekolah yang tertinggal di wilayah seperti Macang Sakti, Lakitan, hingga Rawas Ilir. Hal inilah yang kemudian mendorongnya terjun ke dunia politik sejak 2015 mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati.

Bupati Muratara, HDS menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para tokoh pejuang Daerah Otonomi Baru (DOB) Muratara. Ia juga memberikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu, mulai dari almarhum Akisropi Ayub, Agus Yudiantoro, hingga Syarif Hidayat.

“Terima kasih mereka telah meletakkan dasar-dasar pembangunan. Kita ingat yang baik-baiknya saja, yang kurang baik kita perbaiki bersama untuk generasi kedepan,” ujarnya.

Salah satu poin krusial yang disoroti Bupati adalah stigma masa lalu Muratara yang identik dengan gangguan keamanan di jalan lintas (2N: Nutup dan Nodong). Meski kini kondisi jauh lebih kondusif berkat kehadiran Polres Muratara, TNI, dan Brimob, ia mengakui rasa was-was masyarakat luar masih ada.

Ia mengkritik keras sikap sebagian oknum yang kerap menghambat program nasional dan investasi melalui laporan-laporan tak berdasar, keributan pembebasan lahan, hingga pengrusakan aset publik.

“Bagaimana kita mau percepatan kalau terus berisik yang tidak berdasar? Gardu induk dimaling, tower diributkan masalah tanah hingga minta jadi PK (Penjaga Keamanan). Kita harus berubah. Jika kita terus dengan adab yang salah, susah daerah kita mau maju,” tegas Devi.

Keamanan Sebagai Kunci Investasi
Bupati menekankan bahwa pembangunan dan ekonomi hanya akan tumbuh di tempat yang aman dan nyaman. Ia bermimpi Muratara bisa menjadi pusat pergudangan, pengepakan, hingga pabrik hilirisasi. Namun, semua itu sulit terwujud jika investor masih ragu dengan kondisi sosial masyarakat.

“Saya ingin merubah manusia Muratara agar mengejar pendidikan tinggi, membuka diri, dan memiliki wawasan luas. Kita ingin orang luar memiliki empati dan kenangan baik terhadap kita,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, tokoh yang memposisikan dirinya sebagai “tetua” Muratara saat ini memberikan pesan menyentuh untuk seluruh warga:

“Mari kita bertobat dengan dosa masa lalu dan menyesalinya, tanpa menyalahkan orang lain, karena masa depan diri kita masih bersih,” tandasnya.

Beliau berharap seluruh ASN mulai dari Kepala OPD, Kades, Camat, hingga Lurah dapat menjadi “Duta Besar Kebaikan” guna menghapus stigma negatif dan membawa Muratara menjadi daerah yang disegani karena keramahan dan kemajuannya. (Hkm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here