Beranda Palembang Awal Tahun 2023 Tercatat 1.000 Anak Terkena Stunting

Awal Tahun 2023 Tercatat 1.000 Anak Terkena Stunting

132
0
BERBAGI
(Sumber Foto Beritakajang.com/Ines)

Palembang, Beritakajang.com – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang, Altur Febriansyah mengungkapkan, gizi buruk hanya salah satu faktor saja, namun bukan patokan utama dari kasus stunting.

“Memang faktor stunting salah satunya adalah gizi buruk. Namun faktor utama ialah kondisi anak memiliki berat badan dengan umur tidak seimbang,” katanya.

Altur menjelaskan, secara pengertian stunting adalah keterlambatan pertumbuhan pada anak yang menjadi masalah kesehatan global yang mengkhawatirkan.

“Namun data stunting di Palembang terpatok pada gizi buruk, sehingga datanya membengkak,” jelasnya.

Lebih lanjut, pada awal tahun 2023 datanya 1.000 anak terkena stunting, karena kebanyakan menilai landasan utama gizi buruk.

“Sebenarnya kurang gizi belum tentu stunting kalau berat badan seimbang dengan umur anak. Tapi Alhamdulillah, data sekarang berkurang menjadi 490 kasus pada pertengahan tahun ini,” jelasnya.

“Dapat dikategorikan stunting dari berbagai faktor seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas 3 bulan sebelum melahirkan, dan anak dibawah dua tahun,” tuturnya.

Altur menyebutkan, faktor-faktor yang berkontribusi pada stunting sangat kompleks dan melibatkan interaksi antara berbagai aspek. Setelah faktor utama umur tidak seimbang dengan berat badan anak, barulah faktor penting mencegah stunting adalah memperbaiki gizi.

Gizi yang tidak memadai, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan dari kehamilan hingga usia dua tahun, dapat menyebabkan stunting.

“Kekurangan zat gizi seperti protein, energi, zat besi, kalsium, dan vitamin A dapat mengganggu pertumbuhan normal,” ucapnya.

Faktor pola makan yang kurang variasi dan tidak seimbang dalam nutrisi juga berperan dalam stunting.

“Kurangnya konsumsi makanan bergizi tinggi seperti sayuran, buah-buahan, dan sumber protein hewani dapat mempengaruhi pertumbuhan anak. Dan berbagai faktor lainnya seperti lingkungan dan ekonomi keluarga,” pungkasnya. (Ines)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here