Beranda Palembang Cegah DBD, Dinkes Palembang Gencarkan Sosialisasi 3M

Cegah DBD, Dinkes Palembang Gencarkan Sosialisasi 3M

200
0
BERBAGI
(Sumber Foto Beritakajang.com/Ines)

Palembang, Beritakajang.com – Dinas Kesehatan (Dines) Kota Palembang terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mewaspadai dan mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi cara pencegahan DBD agar korban tidak terus bertambah, antara lain dengan menerapkan 3M.

“Harus selalu ingat 3M, yakni menguras, menutup dan mengubur,” ujar Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan.

Menguras dilakukan dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Menutup, yakni menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sejenisnya. Adapun mengubur yakni dengan barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Yudhi juga mengatakan bahwa yang rentan terkena DBD ialah anak-anak, balita, maupun bayi.

“Penyebab anak-anak mudah terkena penyakit DBD ini salah satunya karena daya tahan tubuh anak itu sendiri. Karena usia di bawah 5 tahun atau balita memang cenderung lebih rentan dan sering berada di dalam rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut Yudhi menuturkan, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DBD yang menyerang anak-anak dipengaruhi karena mereka sering menghabiskan waktu di ruangan.

“Anak-anak kan pasti lebih sering di dalam ruangan, sementara ruangan memiliki risiko paling tinggi, nyamuk DBD berkumpul apabila lingkungan tidak bersih. Seperti ruangan dengan kondisi lembab dan gelap,” jelas Yudhi menerangkan.

Dia juga mengimbau para orangtua untuk bereaksi cepat saat anak mereka menderita demam dengan membawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Karena sepanjang tahun 2022 ini, tercatat ada 7 anak-anak di Palembang meninggal akibat DBD.

“Tingkatkan kewaspadaan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat agar tidak ada korban tambahan akibat DBD, terutama anak-anak,” pungkas Yudhi Setiawan. (Ines)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here