
Kayuagung, Beritakajang.com – PT Sun Sawit yang beroperasi di hulu sungai Lingkis, tepatnya di Desa Cempedak melalui Feri selaku Kepala Tata Usaha, menepis kalau limbah yang mengotori sungai tersebut adalah limbah perusahaan.
Hal ini disampaikan dia pada hari Rabu (20/4) kemarin, saat dirinya mengikuti sidak di lapangan.
Menurutnya, limbah yang mencemari sungai itu bukan limbah perusahaan, karena pihaknya sudah memiliki pengelolaan limbah sendiri. Akan tetapi pihaknya tetap menunggu hasil uji lab dari DLHK OKI.
Berdasarkan informasi dari masyarakat yang disampaikan oleh Sopianto S.Kom selaku Kepala Desa Lingkis mengatakan, sejak perusahaan berdiri selama 10 tahun terakhir belum ada kontribusi untuk masyarakat.
Bahkan, perusahaan yang memiliki 256 hektare lahan sawit ini tidak ada plasma untuk masyarakat. Demikian juga dalam hal perekrutan karyawan, pihak perusahaan hanya menerima segelintir putra daerah.
Selain itu, perusahaan juga hanya membagikan beras 1 tahun sekali dan itupun hanya untuk 60 kepala keluarga.
Ia berharap masalah ini dapat segera diselesaikan, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. “Saya takut kalau dampaknya bisa hingga 20 tahun kedepan,” pungkasnya. (Ron)