Beranda Hukum & Kriminal Kejari Palembang Kembali Gelar Restorative Justice Perkara KDRT

Kejari Palembang Kembali Gelar Restorative Justice Perkara KDRT

242
0
BERBAGI
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang Eko Adhyaksono SH MH didampingi Kasipidum Kejari Palembang Agung Ary Kesuma SH MH. (Sumber Foto Beritakajang.com/Hermansyah)

Palembang, Beritakajang.com – Kejari Palembang kembali menggelar penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) atas perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDR) kepada tersangka Salman (30), warga Jalan Ki Gede Suro Lorong Serengam I Kelurahan 32 Ilir Kecamatan Ilir Barat ll Kota Palembang

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang Eko Adhyaksono SH MH didampingi Kasipidum Kejari Palembang Agung Ary Kesuma SH MH mengatakan, bahwa kami dalam hal ini sudah melakukan RJ sebanyak lima kali, yakni pada tahun 2021 sebanyak dua kali dan pada tahun 2022 sebanyak tiga kali.

“Ya untuk RJ ini kita sudah laksanakan sebanyak lima kali,” kata Kajari Palembang Eko saat diwawancarai, Kamis (17/3).

Dijelaskannya, bahwa pemberian RJ kepada tersangka atas pertimbangan karena sudah mendapat maaf dari korban, dan juga perkara ini dengan ancaman pidana tidak lebih dari lima tahun penjara, serta denda tidak lebih dari Rp 2,5 juta.

“Pertimbangan RJ sebagaimana Perja Nomor 15 Tahun 2020 ancaman hukuman di bawah 5 tahun ini kan 4 tahun, denda tidak sampai dua juta lima ratus dan sudah mendapat maaf dari korban,” jelasnya.

Untuk diketahui, kejadian bermula di rumah keduanya bertempat di Jalan Ki Gede Ing Suro Lorong Serengam I Kelurahan 32 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Palembang pada tanggal 11 Januari 2022 sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu, tersangka Salman meminta uang sebesar Rp 10 ribu kepada korban Yuliana untuk membeli kuota internet.

Kemudian korban Yuliana memberikan uang tersebut sambil berkata ‘besok bae beli kuotanyo’. Karena merasa tidak senang dengan perkataan tersebut, tersangka pun langsung memukul kepala dan jidat korban Yuliana. Hingga akhinya korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ilir Barat II Palembang, dan selanjutnya dilimpahkan ke Kejari Palembang.

Dalam perkara ini tersangka dijerat dengan Pasal 44 Ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2004. (Hsyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here