Beranda Banyuasin Pengangguran Terbuka di Banyuasin Alami Peningkatan

Pengangguran Terbuka di Banyuasin Alami Peningkatan

886
0
BERBAGI
Pemerintah Kabupaten Banyuasin saat menggelar rapat koordinasi bersama Tim Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di auditorium Pemkab Banyuasin, Rabu (14/7). (Sumber Foto : Beritakajang.com/Ida Lela)

Pangkalan Balai, Beritakajang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin gelar rapat koordinasi bersama Tim Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) setempat, bertempat di auditorium Pemkab Banyuasin, Rabu (14/7).

Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono menjelaskan bahwa pada tahun 2020 tingkat pengangguran terbuka di Banyuasin sebesar 4.73%, Sumatera Selatan 5,51% dan nasional sebesar 7.07%.

“Secara kualitatif jumlah pengangguran terbuka di Banyuasin juga mengalami peningkatan,” jelas dia.

Slamet menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuasin pada tahun 2020 tumbuh sebesar 0.13% dari tahun 2019 di angka 5.22%. Posisi angka ini masih di bawah provinsi di tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar 0,11%, dimana pada tahun 2019 ada di angka 5,71%.

“Namun masih lebih baik dibandingkan nasional yang terkoneksi sebesar 2,07% pada tahun 2019 di angka 5.02%. Kabupaten Banyuasin menduduki peringkat 9 besar kabupaten yang mengalami pertumbuhan di masa pandemi Covid-19 tahun 2020,” ujarnya lagi.

Angka kemiskinan di Banyuasin pada bulan September 2020 sebesar 11.17%, masih lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 10.19%. Tetapi lebih rendah dibandingkan Provinsi Sumsel sebesar 12.98%.

“Untuk itu harus disusun program dan kegiatan pembangunan kemiskinan yang sinergi, tepat lokasi, dan tepat sasaran sesuai kondisi permalasahan yang ada di lapangan,” jelasnya.

Lanjut Slamet, pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) tahun 2020 tercatat bahwa penduduk dengan status kesejahteraan kurang dari 40%, terendah di Kabupaten Banyuasin sebanyak 366,636 jiwa atau 91,659 rumah tangga.

Apabila dibandingkan dengan data kemiskinan mikro BPS sebesar 11,17% atau 96,270 jiwa, diasumsikan bahwa tingkat kemiskinan yang dirilis BPS dapat beririsan dengan desil 1 (10%) penduduk paling miskin sebesar 6,485 rumah tangga atau sekitar 25,940 jiwa, dan desil 2 (11-20)% atau miskin  sebesar 11.911 rumah tangga atau 47,645 jiwa, sehingga total 73,584 jiwa atau 76,44% dari angka BPS jumlah penduduk miskin di Kabupaten Banyuasin.

“Harapan saya perangkat daerah dan pemerintah kecamatan tetap terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembangunan di daerahnya masing-masing, dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat dengan menjabarkan 1 visi dicapai 5 misi,” tandasnya.

Kasubid Kesejahteraan Sosial Bapeda Sumsel Eko Prasetyo sangat mengapresiasi atas aplikasi Sibangkit yang di launching oleh Bappeda dan Litbang Banyuasin. Dan ini sangat bermanfaat, sebab terdapat penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banyuasin.

“Kami ucapkan terima kasih bahwa Banyuasin tetap komitmen untuk membantu program penurunan kemiskinan 1 digit yang ada di Kabupaten Banyuasin,” katanya. (Ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here