Palembang, Beritakajang.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempersiapkan tempat isolasi tambahan bagi pasien positif Covid-19. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Sumsel yang diprediksi melonjak usai libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Lesty Nurainy mengatakan, lonjakan kasus akan diketahui dua pekan setelah lebaran. Pihaknya sudah menyiapkan sejumlah upaya seperti ketersediaan ruang isolasi.
“Diprediksi melonjak terutama bagi kategori yang tidak bergejala, namun sudah dilakukan serangkaian upaya termasuk penyekaran di Palembang maupun di Sumsel,” katanya, Ahad (23/5).
Lesty berharap kabupaten dan kota di Sumsel untuk menyiapkan tempat isolasi pasien Covid-19, baik isolasi mandiri maupun pemerintah dan rumah sakit di daerah dapat dijadikan tempat isolasi.
“Inilah yang menyebabkan BOR (tingkat keterisian kamar) kita meningkat. Oleh sebab itu dengan adanya penambahan wisma atlet, tentunya rumah sakit diharapkan keterisiannya tidak tinggi,” katanya.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, saat ini tingkat keterisian kamar perawatan pasien Covid-19 di Sumsel berada di angka 48 persen. Saat ini terdapat 53 rumah sakit di Sumsel yang memberikan pelayanan untuk perawatan pasien COVID-19.
“Hingga kini baru 804 bed yang diisi oleh pasien Covid-19 dari yang total disediakan sebanyak 1.686 bed. Sumsel sudah jadi provinsi yang BOR-nya tidak mengkhawatirkan lagi. Harapan kami bisa di angka 30 persen. Caranya tambah kapasitas tempat tidur rumah sakit,” kata Deru. [Bakrie]