Beranda HL Kas Sempat Menipis, Pengurus Masjid Agung Sholihin Sambut Baik Pembukaan Tempat Ibadah

Kas Sempat Menipis, Pengurus Masjid Agung Sholihin Sambut Baik Pembukaan Tempat Ibadah

396
0
BERBAGI

Kayuagung, Beritakajang.com – Pengurus Masjid Agung Solihin Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyambut baik kebijakan pembukaan tempat ibadah yang dimulai sejak Kamis (4/6/2020) kemarin.

Ketua Yayasan Masjid Agung Sholihin Kayuagung, H. Antonius Leonardo mengaku, kas masjid cukup terdampak ketika penyelenggaraan peribadatan dialihkan ke rumah akibat pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan tidak adanya pemasukan dari infak sedekah kotak amal yang bersumber dari aktivitas jemaah.

“Cukup berpengaruh juga, kita selama ini memang mengandalkan dari infak sedekah dari jemaah,” kata Anton, Jumat (5/6/2020).

Anton mengungkapkan, untuk kebutuhan operasional salah satu masjid terbesar di Ogan Komering Ilir ini mencapai Rp10 juta perbulan. “Untuk biaya listrik, honor petugas keamanan dan kebersihan, serta pemeliharaan lainnya,” jelas dia.

Untuk menutupi biaya operasional itu, tambah Anton yang juga menjabat Asisten I Setda OKI ini, pihak masjid juga melakukan refocusing anggaran. “Jadi di masjid ini selain kotak amal rutin, ada beberapa jenis infak dari jemaah yang kita kelola, diantaranya kotak amal yatim piatu, infak umrah, infak sosial, dan kotak amal Ramadhan. Kita lakukan subsidi silang refocusing kas tersebut,” ungkap Anton.

Penggunaan dana itu, tandasnya, tetap dilaporkan secara rutin kepada jemaah.

Masjid Agung Sholihin, tambah Anton, selama ini memang menutup kegiatan keagamaan secara total untuk mentaati imbauan pemerintah dengan tetap mengumandangkan adzan. “Kita sholat 5 waktu juga tidak berjemaah, jadi hanya adzan saja tapi ada yang diganti sesuai arahan pemerintah,” terang dia.

Sementara Bupati Ogan Komering Ilir H. Iskandar, SE mengungkapkan, selain untuk mengobati kerinduan umat untuk beribadah berjemaah, pembukaan kembali masjid ini juga untuk kembali memakmurkan masjid. “Tentu yang terpengaruh pendapatan masjid, karena kurang pemasukan dari jemaahnya,” tambah dia.

Untuk itu, Iskandar mengajak masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. (Ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here