Beranda Musi Banyuasin Pj. Bupati Apriyadi Imbau Warga Bijak Gunakan Air Bersih, Jangan Buka Lahan...

Pj. Bupati Apriyadi Imbau Warga Bijak Gunakan Air Bersih, Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar

158
0
BERBAGI
(Sumber Foto Beritakajang.com/Tarmizi)

Muba, Beritakajang.com – Menurut prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel, sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) bagian timur akan mengalami curah hujan rendah antara 0+50 mm pada 10 hari kedua bulan Agustus, yakni 11-20 Agustus 2023. Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) termasuk dalam prakiraan BMKG ini.

Lantas apa itu hari tanpa hujan?. Kepala BPBD Muba Pathi Riduan menjelaskan bahwa hujan memiliki beberapa kategori.

“Hari tanpa hujan itu istilah saja. Umum kita mengenalnya dengan kemarau,” kata Pathi, Selasa (16/8/2023).

Untuk Muba, tambah dia, masih ada kemungkinan turun hujan. Setidaknya ada empat kategori hari tanpa hujan atau kemarau di Muba.

Pertama siklus sangat pendek, yakni siklus tidak turun hujan dalam waktu 1-5 hari. Kedua, siklus pendek, yang artinya tidak turun hujan dalam waktu 6-10 hari. Ketiga, siklus menengah adalah siklus tidak turun hujan dalam waktu 11-20 hari. Dan keempat adalah siklus panjang yang berarti saat ini menimpa maka tidak turun hujan dalam 21-30 hari.

“Nah, di Muba masih tetap akan ada hujan sesuai siklus yang ada. Namun waktunya diperkirakan pendek dengan curah hujan rendah,” jelas Pathi.

Menanggapi situasi yang bakal dialami Bumi Serasan Sekate, Pj. Bupati Muba Apriyadi Mahmud menyampaikan sejumlah imbauan.

“Masyarakat tak perlu panik. Pemerintah telah menyiapkan beberapa skema mengatasi curah hujan yang diperkirakan rendah dan pendek. Kepada masyarakat tetap gunakan air bersih secara bijak. Jaga kebersihan lingkungan di sekitar dan waspada kebakaran, caranya jangan membakar sampah sembarangan. Ini bahaya bisa menimbulkan akibat lebih besar,” jelas dia.

“Selanjutnya cuaca panas dapat menimbulkan kebakaran rumah akibat korsleting listrik dan lainnya, maka sebelum meninggalkan rumah periksa saklar lampu dan hindari kabel yang menumpuk serta periksa juga gas di dapur. Satu lagi, ini imbauan yang selalu saya sampaikan, ayo jaga alam dengan cara tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan karena berpotensi menimbulkan kebakaran rumah, kebun dan lahan,” tutup Apriyadi. (Tarmizi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here