Beranda OKI Madira Genjot Petani Tanam Dua Kali, OKI Optimis Masuk 10 Besar Produsen Beras...

Genjot Petani Tanam Dua Kali, OKI Optimis Masuk 10 Besar Produsen Beras Nasional

22
0
BERBAGI

Kayuagung, Beritakajang.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) masuk 10 besar sebagai produsen beras nasional. Demikian dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel, Dr. Ir. Bambang Pramono MSi, saat panen raya padi di Desa Jukdadak Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI, Kamis (18/2) kemarin.

Menurut Bambang, Pemkab OKI merupakan salah satu daerah penghasil beras nomor tiga (3) terbanyak di Sumatera Selatan. “Namun, jika dilihat dari luasan lahannya, OKI terbesar kedua di Sumsel setelah Banyuasin, dengan luasan lahan pertanian 118.000 ha, tetapi untuk hasil panen nomor urut ketiga setelah OKU Timur. Disini ada peluang bagi Kabupaten OKI untuk meningkatkan hasil produksi padi dan lumbung pangan nasional, karena lahan pertaniannya belum termanfaatkan dengan baik,” ungkap Bambang.

Bagaimana cara mencapai hasil maksimal dan masuk 10 besar produsen beras nasional, lanjut Bambang, kedepan pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI akan berusaha semaksimal mungkin agar para petani di OKI bisa melakukan tanam minimal dua kali dalam setahun.

“Jadi selama ini, para petani di OKI belum bisa melakukan penanaman dua kali atau lebih, terutama di sawah tadah hujan dan sawah Lebak. Jadi, kami akan fokuskan untuk meningkatkan hasil produksi panen di OKI dengan menggenjot para petani untuk tanam dua kali. Bagaimana caranya, akan kita dukung dengan bantuan alat mesin pertanian dan lainnya di masa panen, agar para petani semangat untuk kembali melakukan penanaman,” ucapnya.

Target dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumsel ini disambut baik Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI, Ir. Syahrul. Menurutnya, para petani OKI akan disuport berbagai bantuan dan pendampingan dari petugas penyuluh lapangan agar upaya meningkatkan hasil produksi panen bisa terealisasi.

“Kami berharap juga para petani dan kelompok tani di OKI bisa memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) sebagai modal untuk melakukan penanaman padi. Bantuan modal dengan bunga rendah ini harus dimanfaatkan petani, sebab untuk bertani memerlukan modal,” ungkap Sahrul.

Dikatakan Syahrul, pihaknya optimis target masuk 10 besar produsen beras nasional bisa tercapai.

“Pemerintah provinsi akan mensuport bantuan alat mesin pertanian, kita juga demikian. Seperti di Desa Jukdadak ini, dulunya masih hutan rawa yang tidak bisa dimanfaatkan, namun setelah kita bantu dengan program jalan usaha tani, yakni pembangunan jalan cor sepanjang 3 kilometer, pertanian disini mengalami perubahan dan sekarang hasilnya bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat disini,” tandasnya.(Ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here