Pimpinan AKN I Raih Gelar Doktor di Bidang Akuntansi Majoring Field In Auditing dengan Kajian Digital Forensic dengan Predikat Cumlaude

Bandung, Beritakajang.com – Pimpinan Auditama Keuangan Negara (AKN) I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hendra Susanto, meraih gelar doktor di Bidang Akuntansi Majoring Field In Auditing dengan Kajian Digital Forensic dalam bidang Ilmu Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung.

Hendra Susanto berhasil mempertahankan disertasinya pada sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi Unpad, Yudi Azis, di Gedung Pusat Ilmu Pengetahuan, Unpad, Bandung, Senin (9/12/2019).

Dertasi Hendra Susanto yang berjudul ‘Pengaruh Kompetensi Auditor, Komitmen Manajemen dan Dukungan Digital Forensic terhadap Tingkat Pendeteksian Kecurangan serta Dampaknya Terhadap Kualitas Audit Investigasi’ yang dipromotori oleh Ketua Tim Promotor, Sri Mulyani, dengan didampingi oleh Ko-promotor Citra Sukmadilaga dan Pimpinan AKN VI BPK, Harry Azhar Azis, meraih tingkat kelulusan dengan predikat cumlaude.

Hadir dalam sidang ini Ketua BPK Agung Firman Sampurna yang sekaligus menjadi penguji, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Pimpinan AKN VII BPK Daniel Lumban Tobing, mantan Ketua BPK Hadi Poernomo, dan mantan Wakil Ketua BPK Sapto Amal Damandari, serta para pejabat Pimpinan Tinggi Madya BPK.

Hendra Susanto mengemukakan, bahwa penelitian dalam disertasi ini dilakukan bedasarkan fenomena yang terjadi mengenai kualitas audit investigasi belum sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi auditor, komitmen manajemen dan dukungan digital forensicterhadap tingkat pendeteksian kecurangan dan dampaknya terhadap kualitas hasil audit investigasi.

Dikatakan Hendra Susanto, metode penelitian yang digunakan adalah, metode kuantitatif dengan studi kasus di BPK. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Kuesioner tersebut diberikan kepada auditor investigasi BPK di seluruh Indonesia, baik di kantor pusat BPK maupun di kantor BPK perwakilan.

“Hasil penelitian ini secara empiris telah membuktikan bahwa tingkat signifikansi mencapai 95% bahwa kompetensi auditor, komitmen manajemen, dukungan digital forensic berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pendeteksian kecurangan serta hasil audit investigasi. Selain itu, kompetensi auditor, komitmen manajemen dan dukungan digital forensic secara tidak langsung juga memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap kualitas audit investigasi melalui tingkat pendeteksian kecurangan,” ungkap Hendra Susanto.

Hendra Susanto mengharapkan penelitian ini akan berguna dalam mengembangkan ilmu akuntansi, khususnya ilmu auditing yang mengkombinasikan dengan teknik pengumpulan data dan pendeteksian kecurangan.

“Hasil penelitian ini juga diharapkan akan mampu dimanfaatkan oleh peneliti berikutnya, yang diwujudkan dengan memiliki daya sitasi yang terus menerus akan menjadi proses pengembangan ilmu,” pungkas dia. (Ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *