Hendra Susanto : Untuk Sukses Kita Harus Punya Lima Tangan

Palembang Beritakajang.com – Hendra Susanto salah satu komisioner Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) asal Kota Palembang adalah satu-satunya komisioner yang berasal dari partai politik.

Sejak awal kariernya, Hendra memang sudah terjun di dunia auditur keuangan. Mulai dari BPK Perwakilan hingga saat ini menjadi salah satu komisioner BPK-RI.

Alumnus Universitas Sriwijaya ini juga tercatat pernah menempati posisi yang cukup strategis di beberapa daerah di lembaga tinggi negara tersebut.

Hendra dilahirkan dan di besarkan di lingkungan keluarga yang sederhana.

Saat lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dirinya mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah, namun karena tidak ingin membebani keluarga, dirinya terpaksa menahan keinginan itu.

Hendra pun mencoba peruntungan lain dengan mencoba mendaftar menjadi salah satu siswa Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) yang saat ini telah diubah menjadi Akademi Militer (AKMIL).

Saat itu dirinya lulus tes untuk menjadi salah satu siswa dan ditempatkan di Matra Kepolisian, namun karena orang tua tidak menyetujui, akhirnya Hendra tidak melanjutkannya.

“Saya berminat pada angkatan darat bercita-cita jadi jendral tapi lulus Matra Polisi dan ditawari Angkatan laut tapi saya memilih mundur karena angkatan laut berat dan ibu tidak memberikan izin jika menjadi polisi,” ucapnya.

Tidak sampai disitu, dengan tekad yang kuat untuk menjadi orang sukses, Hendra pun mencoba untuk mendaftar dan melanjutkan kembali pendidikannya di Universitas Sriwijaya jurusan teknik sipil hingga akhirnya Ia mendapatkan gelar Sarjana Teknik (ST).

Saat menyampaikan pidato ilmiah di acara Dien Natalis ke 59 yang digelar di gedung Graha Sriwijaya, Jum’at (1/11/2019), Hendra mengucap syukur dan terimakasih kepada orang-orang yang telah berjasa terhadap dirinya.

Ia juga menyebutkan berkat didikan keras dari Universitas Sriwijaya dirinya bisa mencapai kesuksesan seperti saat ini.

“Saya bangga menjadi alumnus Universitas Sriwijaya, berkat didikan kerasnya, alhamdulilah saya bisa berada pada posisi ini saat ini,” ujarnya.

Menyadari adanya perbedaan latar belakang pendidikan saat bergabung bersama BPK, Hendra semakin terpacu untuk terus mengaktualisasikan diri agar kariernya menjadi lebih baik.

Dan salah seorang yang paling membuat Hendra termotivasi untuk mencapai level yang lebih baik adalah atasannya.

Dikatakannya, saat itu atasannya pernah berpesan kepadanya bahwa untuk mencapai kesuksesan tidak cukup hanya memiliki dua tangan, namun harus memiliki lima tangan.

Ia menjelaskan maksud dari lima tangan itu yang pertama adalah berjabat tangan dan kenalkan siapa dirimu sehingga orang akan mengenalmu.

” Kalau kita tidak berjabat tangan dan memperkenalkan diri, siapa yang akan kenal dengan kita,” jelasnya.

Lalu tangan kedua, lanjut Hendra adalah ringan tangan atau suka membantu orang lain dalam kebaikan dan tanpa pamrih.

“Kalau dengan keikhlasan Allah akan mengganjarnya dengan pahala kebaikan, selain itu, doa orang yang telah dibantu akan langsung diijabah Allah,” lanjutnya.

Ia menambahkan, bantuan juga tidak harus berbentuk materi atau uang tapi juga bisa tenaga dan pikiran.

Kemudian Hendra juga menjelaskan tangan yang ke tiga adalah buah tangan atau apa yang bisa diberikan pada orang lain atau prestasi apa yang dihasilkan.

“Yang ketiga ini juga penting, jadi maksudnya prestasi apa yang sudah kita torehkan, dan ini juga kelak menjadi referensi bagi kesuksesan kita,” jelasnya lagi.

Masih kata dia, yang ke empat adalah tanda tangan.

“Jika kita bekerja sungguh-sungguh dan bagus maka atasan akan siap memberikan izin dan tangan tangan untuk mempromosikan kita,” imbuhnya.

Dan yang kelima, lanjut anak ke lima dari enam bersaudara ini, apabila ke empat tangan itu sudah dimiliki tetap tidak akan bisa sukses dan mengantarkan pada pencapaian terbesar jika bukan karena suratan tangan yang sudah digariskan oleh Allah.

“Garisan tangan ini juga penting karena jalan hidup kita sudah direncanakan sejak kita dalam kandungan, dan doa orang yang kita bantu juga bisa meluruskan garis tangan kita agar mencapai kesuksesan,” tandasnya.

Menjelang akhir pertemuan dengan awak media, Pria berkacamata ini juga bercerita tentang masa-masa yang cukup sulit pada proses pencapaian kesuksesannya, baik saat sebelum dirinya menikah hingga sudah menikah.

Ia mengaku harus terus berperjuang demi meningkatkan perekonomian keluarganya.

Mulai dari berjualan laptop sampai bekerja mengurus pajak kendaraan pada sebuah dealer.

Dan yang paling menyentuh hati, Hendra juga sempat berjualan boneka di akhir pekan untuk menunjang perekonomian keluarga.

Tidak itu saja, dalam situasi ekonomi yang serba pas-pasan, kejujuran dan loyalitasnya juga sempat diuji.

Banyak tawaran menggiurkan kepadanya untuk meluluskan audit yang saat itu sedang ia kerjakan.

Berbagai iming-iming kenikmatan dan kebahagiaan duniawi pun silih berganti menghampiri.

Namun dia tetap dengan santun dan tegas menolak itu semua. Sehingga tidak jarang dirinya juga acap kali mendapatkan teror dari pihak-pihak yang berkepentingan.

“Saya sedih kalau ingat itu semua, tapi Alhamdulillah berkat doa orang tua dan atas izin Allah saya dapat melewati itu semua dengan baik, sehingga saya dapat berada di posisi saat ini,” pungkasnya.(Ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *