Arifin Laporkan Rekan Seprofesinya ke DK Peradi Sumsel

Palembang, Beritakajang.com – Kasus seorang penasehat hukum melaporkan rekan seprofesinya kembali terjadi di Kota Palembang.

Kali ini, Arifin SH seorang anggota Persatuan Advocat Indonesia (Peradi) yang bertempat di Jalan MP Mangkunegara Lorong Manggar RT 16 Kelurahan 8 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang, melaporkan Untung SH, MH ke Dewan Kehormatan (DK) Daerah Peradi Provinsi Sumatera Selatan pada 1 April 2019 lalu.

Dilaporkannya Untung lantaran diduga melanggar kode etik Advokat Indonesia, dalam perkara yang sedang dijalankan keduanya. Itu terbukti berdasarkan dari akte penerimaan pengaduan dengan nomor : 001/P.KEA/DKD PERADI-SS//2019, yang diterima Dewan Kehormatan Daerah Peradi Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut Irlan SH selaku kuasa hukum dari Arifin saat ditemui media ini mengatakan, dilaporkannya Untung ke Dewan Kehormatan Daerah Peradi Provinsi Sumsel karena diduga sudah mengambil kuasa hukum klien dari Arifin.

“Rekan kita Arifin ini pengacara awal dari kliennya atas kasus 20 imigran asing yang diamankan pihak Imigrasi Kelas I Palembang pada saat berada di balroom Hotel Novotel Palembang bulan Maret lalu. Arifin ini masih terikat kuasanya dengan klien, karena belum dicabut. Namun, tanpa sepengetahuan Arifin, terlapor Untung sudah mengambil kuasa dari kliennya,” ucap Irlan, Rabu (10/4/2019).

Selain itu, lanjut Irlan, rekannya yakni Arifin juga mengalami kerugian dengan tidak dibayarnya jasa pengadu.

“Pada hari Jumat (12/4/2019) nanti, kita akan datang menghadap persidangan pertama di ruang sidang Dewan Kehormatan Daerah Sumsel di DPC Peradi Palembang. Yang jelas itu kita dirugikan dalam kode etik pengacara atau advokat yang dilakukan terlapor,” jelasnya.

Sedangkan Untung saat dikonfirmasi via WhatsApp, membenarkan adanya sidang kode etik pengacara, antara dirinya dan Arifin. Dimana yang sudah melaporkannya adalah Arifin.

“Saya tidak melapor, cuma Arifin. Saya akan datang sendirian memenuhi panggilan sidang kode etik di DPC Peradi Palembang. Itu atas kasus 20 imigran yang diamankan pihak Imigrasi Kelas I Palembang, pada bulan Maret lalu,” tutupnya. (Andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *