Tak Direstui, Adi Saputra Nekat ‘Bercumbu’ dengan Sang Pacar

Palembang, Beritakajang.com – Meski niat mau bertanggung jawab, namun lantaran tidak direstui orang tua IW (17), membuat Adi Saputra (20) warga Lorong Gotong-Royong Rt 28 Rw 10 Tangga Buntung Kecamatan lB ll Kota Palembang ini harus berurusan dan digelandang ke Polresta Palembang oleh Unit Piket Tipikor Polresta Palembang pada Senin (11/3/2019) lalu.

Dua remaja yang mabuk asmara ini telah melakukan hubungan suami istri hingga dua kali.

“Saya sudah dua kali melakukan hubungan suami istri bersama IW, tapi itu atas dasar suka sama suka,” ujar pria bertato dengan gambar tulisan bocil di bahu dan tangan sebelah kiri, Kamis (14/3/2019), saat ditemui di ruang Tipikor Polresta Palembang.

Menurut pelaku, pertama kali melakukan hubungan di bengkel yang ada di kawasan Sukawinatan pada malam hari sekitar pukul 01.00 Wib. Atas suka sama suka yang diawali dengan cium bibir.

“Tidak ada paksaan, kami ciuman dahulu, lalu dia langsung bukak baju,” akunya yang mengaku siap menikahi IW, jika diminta pertanggung jawaban.

Kemudian kedua, kata dia, di rumah saudaranya. Yang saat itu penghuni rumah semuanya sedang tertidur pulas.

“Kedua kali, di rumah ayuk di Gotong-Royong Tangga Buntung, pada malam hari saat itu semua orang sedang tidur,” sambung pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini seraya menjelaskan kalau IW tidak mau pulang saat dirinya meminta pulang.

Lebih jauh dijekaskan, pertama kali bertemu IW dari temanya yang kemudian memberi nomor Handphone (Hp) sekitar satu bulan yang lalu.

“Kenal dari kawan, kami berteleponan kemudian janjian ketemuan di bengkel,” jelasnya.

Ia mengaku, sangat cinta dengan korban. Lantaran tidak direstui orang tua korban, sehingga dirinya harus meringkus dan berurusan dengan petugas.

“Aku diserahke orang tua IW, karena mereka tidak setuju dengan hubungan kami,” jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang Yon Edi Winara membenarkan, pihaknya sudah mengamankan pelaku yang mengaku melakukan perbuatan atas dasar suka sama suka.

“Dari pengakuan tersangka, memang telah melakukan hubungan suami istri dengan korban tanpa paksaan,” jelasnya.

Namun ketika tersangka datang ke rumah korban untuk bertanggung jawab, orangtua korban tidak terima dan membawanya ke Polresta Palembang.

“Orang tua korban tidak terima, dan pelaku diserahkan ke kita. Mengacu pada undang-undang perlindungan anak, pelaku jika terbukti akan dijerat dan terancam hukuman penjara 15 tahun penjara,” tandasnya. (Andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *