Polisi Berhasil Amankan Sabu 40 Kg dan Puluhan Ribu Butir Pil Ekstasi

Palembang, Beritakajang.Com  – Jajaran Kepolisian Unit Satreskrim dan Satnarkoba Polresta Palembang serta Ditresnarkoba Polda Sumsel berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 40 Kg dan pil ekstasi sebanyak 40 ribu butir.

Barang bukti sabu dan pil ekstasi tersebut diamankan dari kedua tersangka bernama Rio Ramadhani (25) dan Ismayadi Putra Wardana(24). Kedua tersangka diamankan di dua kamar hotel berbintang di Jalan Demang Lebar Daun dan Basuki Rahmat, Jumat (1/3/2019) malam.

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di dampingi Kasubdit III Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP M Iqbal Simatupang SIK, dan Kasat Narkoba Polresta Palembang Kompol Ahmad Akbar dan Kasat Reskrim Polresta Palembang mengatakan, narkoba jenis sabu seberat 40 Kg dan pil ekstasi sebanyak 40 ribu itu rencananya akan dibawa kedua tersangka yang merupakan warga Kelurahan Belitung Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat Provinsi Kalimantan Selatan, dari Palembang menuju ke Jakarta.

Keduanya diperintahkan seseorang untuk mengambil narkoba di dalam dua kamar hotel berbintang di Palembang. Nantinya, narkoba ini akan dibawa ke Jakarta melalui jalur darat.

“Ini merupakan pengembangan dari tersangka narkoba di Polda Metro Jaya, bahwa di Palembang akan ada pengambilan narkoba dalam jumlah besar. Dari Palembang, rencananya akan dibawa ke Jakarta melalui jalur darat. Pakai kereta api, lalu naik travel menuju Jakarta,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, saat gelar press release di Mapolresta Palembang, Sabtu (2/3/2019) siang.

Setelah berhasil meringkus kedua tersangka, lanjut Kapolda Sumsel, keduanya akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ini masih masuk jaringan Letto dan jaringan Bandung yang ditangkap di Polda Metro Jaya. Harapan saya, tersangka ini diberikan hukuman mati oleh jaksa dan hakim,” tegas anggota polisi nomor satu di Sumsel ini.

Sedangkan menurut kedua tersangka Rio dan Ismayadi, sabu dan pil ekstasi tersebut sengaja dibagi dalam dua koper, dengan harapan bila satu tertangkap, maka satu kopernya dapat lolos. Namun, keduanya tidak menyangka saat akan persiapan berangkat ke Jakarta, mereka keburu tertangkap bersama barang bukti narkoba jenis sabu dan pil ekstasi.

“Kami hanya diupah Rp10 juta untuk mengantarkan barang itu. Kami hanya diperintahkan seseorang mengambil barang di hotel dan hendak dibawa ke Jakarta,” ungkapnya. (Andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *