Pemkab OKI Bagikan 569 Ton Beras Gratis

KAYUAGUNG-“Beritakajang.com”_ Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melaunching pembagian Beras Sejahtera (Rastra) secara gratis kepada masyarakat Kabupaten OKI, yang dipusatkan di Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten OKI pada Jumat (19/1/2018), tepatnya lagi di Halaman Kantor Camat Tanjug Lubuk.

Untuk kuota beras Rastra bagi masyarakat pra sejahtera di Kabupaten OKI pada tahun ini sebanyak sebanyak 569 ton, dan dibagikan secara simbolis sebanyak 40,290 ton beras rastra kepada 4.008 RTS (Rumah Tangga Sasaran).

Untuk penyerahan beras rastra kepada masyarakat, dilakukan oleh Bupati OKI, H. Iskandar, SE melalui Seketaris Daerah (Sekda) OKI, H. Husin, S.Pd, MM yang di dampingi beberapa instansi terkait lainnya.

Di sela sela kegiatan, Husin menjelaskan, bahwa kebijakan pemerintah terkait program Beras Sejahtera (Rastra) bagi masyarakat miskin, berubah nama menjadi beras Bantusan Sosial (Bansos) Rastra.

Lanjut dia, beras yang disalurkan akan mengalami pengurangan. Yang biasanya 15 kilogram per Kepala Keluarga (KK), akan berkurang menjadi 10 kilogram saja.

“Hari ini kita mulai menyalurkan Bansos Rastra, namun ada perubahan. Perubahanya dijumlah, yang awalnya 15 kilogram per KK jadi 10 kilogram,” ungkapnya.

Husin menambahkan, untuk perubahan tersebut berdasarkan dari edaran Kemendagri, melalui Kemensos. Selain adanya perubahan jumlah, ada juga perubahan soal harga. Yang mana untuk penerimaan Bansos Rastra tanpa dipungut biaya sepeserpun bagi masyarakat miskin.

“Kalau untuk tahun kemarin, dikenakan biaya per-kilonya Rp 1600, namun untuk Bansos Rastra tidak dipungut biaya apapun, sebab ini murni subsidi Pemerintah,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Ekonomi Setda OKI.

Arie Iskandar mengatakan, untuk memudahkan distribusi beras rastra 2018 Pemkab OKI menggratiskan biaya angkut dari Kecamatan atau titik distribusi sampai ke Rumah Tangga Sasaran (RTS) di tanggung oleh Pemerintah Daerah.

“Semua digratiskan bahkan Pemkab membiayai pengangkutan beras tersebut hingga sampai ke rumah tangga sasaran (RTS),” ungkapnya.

Ari juga mengingatkan, apabila dilapangan ditemukan adanya pungutan terhadap masyarakat yang menerima bantuan agar dapat melapor ke tim koordinasi (Tikor) RTS (Rumah Tangga Sasaran) atau ke Sekretariat Pemkab OKI melalui Bagian Ekonomi.

“Semua bantuan kita gratiskan, namun apabila ditemukan dilapangan terjadi pungutan, maka masyarakat dapat melaporkannya ke Tikor atau ke seketaris daerah Pemkab OKI melalui Bagian Ekonomi,” pungkasnya.

Lanjut Arie, diharapkan bantuan ini nantinya dapat membantu atau meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.(NEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *